SURAKARTA — Organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah
(NA), menggelar perhelatan akbar Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah. Mengusung tema
besar "Memajukan Perempuan, Menguatkan Peradaban", ajang
permusyawaratan tertinggi lima tahunan ini dihadiri oleh ribuan kader dan
delegasi dari seluruh Pimpinan Wilayah (PWNA) dan Pimpinan Daerah (PDNA)
se-Indonesia.
Muktamar ini menjadi momentum strategis
bagi kader perempuan muda Islam untuk merumuskan arah gerak organisasi,
penguatan kepemimpinan perempuan, hingga respons terhadap isu-isu krusial
seperti ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan perubahan
iklim.
Poin Utama Muktamar Nasyiatul Aisyiyah
|
Agenda Utama |
Detail Kegiatan |
|
Laporan Pertanggungjawaban |
Evaluasi kinerja Pimpinan Pusat
Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode berjalan |
|
Penyusunan Program Kerja |
Perumusan garis besar haluan
organisasi untuk 5 tahun ke depan |
|
Isu-Isu Strategis |
Pembahasan dokumen panduan isu
perempuan, anak, dan kebangsaan |
|
Pemilihan Pimpinan |
Pemilihan formatur dan Ketua Umum PP
Nasyiatul Aisyiyah periode baru |
Fokus Isu Strategis: Perempuan dan
Keluarga Muda
Dalam forum muktamar, Nasyiatul
Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi tantangan yang
dihadapi generasi muda, khususnya perempuan dan anak. Beberapa isu utama yang
menjadi sorotan dalam sidang-sidang komisi meliputi:
- Penguatan
Ketahanan Keluarga Muda: Menyiapkan pasangan muda dalam
menghadapi tantangan pola asuh (parenting), kesehatan mental, dan
stabilitas ekonomi keluarga.
- Pencegahan
Stunting dan Kesehatan Reproduksi: Mengoptimalkan peran kader NA
di tingkat akar rumput melalui program edukasi gizi dan kesehatan
ibu-anak.
- Kepemimpinan
Perempuan Berkemajuan: Mendorong keterlibatan aktif kader
perempuan dalam ruang-ruang publik, pengambilan kebijakan, dan advokasi
sosial.
- Digitalisasi
dan Ekonomi Kreatif: Mengembangkan jejaring wirausaha perempuan
muda berbasis teknologi (Nasyiah Economic Center).
"Nasyiatul Aisyiyah harus terus
menjadi wadah yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman
tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan. Perempuan muda adalah
pilar utama peradaban," ujar salah satu pimpinan pleno dalam pembukaan
kegiatan.
Harapan dan Arah Gerak Ke Depan
Melalui Muktamar ini, Nasyiatul
Aisyiyah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang progresif serta
menghasilkan keputusan strategis yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh
masyarakat luas.
Seluruh rangkaian muktamar diisi dengan
berbagai kegiatan pendukung seperti Pameran UMKM Binaan Nasyiah, Seminar
Nasional, hingga Malam Silaturahmi Kader yang mempererat
ukhuwah antar-kader dari Sabang sampai Merauke.
Posting Komentar