BREAKING NEWS

Berita Muhammadiyah

Kabar Persyarikatan

Muhammadiyahku

Pageviews

Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020

Prof.Dr.H. Ahmad Syafii Maarif

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2000 / 2005

Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010

Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag.

Pimpinan Pusat Majelis Tarjih dan Tadjdid

Prof.Dr.H. Muhammad Amien Rais, MA

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1995-2000

Kamis, 16 April 2026

Ancaman Nyata Perang Iran-AS 2026: Dana BPJS Ketenagakerjaan Terancam, Buruh Cemas Gagal Bayar!

**JAKARTA** – Bayang-bayang krisis ekonomi global akibat konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di tahun 2026 kian mengkhawatirkan. Tak hanya soal geopolitik, konflik ini kini mengancam "celengan" masa depan jutaan pekerja Indonesia: **Dana Jaminan Sosial (Jamsos) di BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK).**
Forum Jamsos lintas Federasi dan Konfederasi Pekerja/Buruh secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) BPJS TK. Mereka diminta segera menyusun strategi "penyelamatan" agar ketahanan dana Jamsos tidak ambruk dihantam badai volatilitas pasar dunia.
### "Badai Sempurna" bagi Dana Pekerja
Koordinator Forum Jamsos, **KRH.HM. Jusuf Rizal, SH**, menegaskan bahwa korelasi antara perang di Timur Tengah dengan dana buruh di Indonesia sangatlah nyata dan signifikan. Menurutnya, ada dua jalur utama yang bisa melumpuhkan ketahanan BPJS TK:
**1. Sektor Investasi: Potensi 'Boncos' di Pasar Modal**
Dengan dana kelolaan ratusan triliun rupiah, portofolio BPJS TK kini berada di zona merah.
 * **Capital Outflow:** Ketidakpastian global membuat investor asing kabur dari pasar Indonesia. Dampaknya, IHSG tertekan dan nilai saham milik BPJS TK terancam merosot.
 * **Harga Obligasi Terjepit:** Lonjakan harga minyak dunia memicu inflasi. Jika Bank Indonesia merespons dengan bunga tinggi, harga obligasi—yang merupakan instrumen investasi terbesar BPJS TK—akan jatuh.
**2. Sektor Riil: Gelombang PHK dan Lonjakan Klaim**
Perang bukan hanya soal peluru, tapi juga soal rantai pasok. Jalur energi Selat Hormuz yang terganggu memicu inflasi biaya hidup dan beban operasional perusahaan.
 * **Tsunami PHK:** Efisiensi perusahaan akibat biaya energi yang mahal berujung pada pemecatan massal.
 * **Beban Likuiditas:** Lonjakan PHK memaksa BPJS TK mencairkan klaim **Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)** dan **Jaminan Hari Tua (JHT)** dalam skala besar secara mendadak.
> "Direksi dan Dewas harus memiliki kiat menjaga ketahanan dana Jamsos. Punya strategi yang jitu, jangan sampai klaim terhadap produknya gagal bayar!"
> — **Jusuf Rizal**, Koordinator Forum Jamsos & Ketum Ormas Madas Nusantara.
### Alarm Keras untuk Direksi & Dewas
Jusuf Rizal, yang juga dikenal sebagai Presiden LSM LIRA, menekankan bahwa situasi tahun 2026 ini menuntut manajemen risiko yang luar biasa. Forum Jamsos memperingatkan adanya risiko ganda: **Hasil investasi menurun (Yield rendah), sementara beban pembayaran klaim justru melonjak tajam.**
Kekhawatiran utama para buruh adalah munculnya risiko **gagal bayar** jika manajemen tidak segera melakukan mitigasi terhadap volatilitas pasar keuangan dan stabilitas sektor riil.
"Kita tidak boleh lengah. Uang ini adalah hak buruh. Jangan sampai krisis luar negeri jadi alasan ketahanan dana kita rapuh," tutup tokoh berdarah Madura-Batak tersebut.

#BPJSKetenagakerjaan #PerangIranAS #EkonomiGlobal2026 #DanaJamsos #BuruhIndonesia #KrisisEnergi #IHSG

Kamis, 22 Januari 2026

​Meski Diguyur Hujan, Kelompok Tani Mapan Berdikary Sikka Sukses Gelar Tanam Simbolik Padi Impari 32



MASEPANDA, SIKKA – Semangat para petani di Desa Woda Mude tak surut meski cuaca ekstrem melanda. Kelompok Tani (Poktan) Mapan Berdikary sukses melaksanakan kegiatan Tanam Simbolik bersama jajaran pemerintah dan unsur Forkopimda Kabupaten Sikka di lahan persawahan mereka, Kamis (22/1/2026).

Kendala Cuaca Tak Surutkan Semangat

​Agenda yang sedianya dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA terpaksa diundur hingga pukul 11.00 WITA. Hal ini dikarenakan cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Magepanda sejak pagi hari.

​Namun, penundaan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan acara. Dalam sambutannya, Ketua Poktan Mapan Berdikary, Darman Eldin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa.

​"Kegiatan ini adalah bukti nyata tanggung jawab moral kami. Pembangunan saluran tersier sepanjang 200 meter dan pengolahan lahan telah tuntas kami laksanakan. Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Darman.

Sinergi Lintas Sektor

​Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang diwakili oleh Bapak Animus turut memberikan apresiasi atas kemandirian dan kerja keras Poktan Mapan Berdikary. Menurutnya, keberhasilan pengolahan lahan ini merupakan langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sikka.

​Usai sesi sambutan, seluruh peserta melakukan prosesi tanam simbolik. Momen ini terbilang menantang karena peserta harus berjalan kaki melintasi pematang sawah yang becek dan licin akibat hujan yang tak kunjung reda.

Tanam Simbolik Bibit Impari 32

​Penanaman bibit padi varietas Impari 32 dilakukan secara bersama-sama oleh:

  • ​Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka
  • ​Jajaran Polres Sikka
  • ​Personel Kodim 1603 Sikka
  • ​Penyuluh Pertanian Kecamatan Magepanda
  • ​Ketua dan Anggota Kelompok Tani Mapan Berdikary

​Varietas Impari 32 dipilih karena dikenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan yang baik terhadap hama, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani di masa panen mendatang.

Sabtu, 24 Mei 2025

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta Gelar Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108


Yogyakarta, Sabtu (24/5), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan resepsi ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dari para kader dan pimpinan, seperti paduan suara dari PCA Kotagede, performance seni tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan seni musik biola dari siswa SD Muhammadiyah Sukonandi.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan Milad ‘Aisyiyah yang ke-108 ini. Ia menyatakan bahwa Milad ini merupakan momen syukur dan refleksi bagi ‘Aisyiyah yang sudah berusia 108 tahun. Menurutnya, usia yang matang ini tidak lain adalah berkah dan rahmat Allah atas dakwah pencerahan yang dilakukan ‘Aisyiyah, terutama di Kota Yogyakarta.

Rowiyah juga menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah di Yogyakarta telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam pembangunan Kota Yogyakarta itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, ‘Aisyiyah memiliki 100 amal usaha, mulai dari anak usia dini. Selain itu, ‘Aisyiyah juga bergerak di bidang sosial dengan memberikan santunan untuk anak asuh dan mengadakan Gerakan Cinta Anak untuk membantu anak berkembang. Di samping itu, ‘Aisyiyah juga memiliki 8 BIKKSA untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Di bidang ekonomi, PDA Kota Yogyakarta telah mengadakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Rowiyah menjelaskan bahwa Sekolah Wirausaha Aisyiyah telah mengadakan pelatihan sebanyak 17 angkatan, dan para lulusan nantinya akan bergabung dengan Kiswara, wadah untuk para saudagar Aisyiyah.

Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah telah berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi partner yang cocok untuk Muhammadiyah. Bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah berjalan berdampingan menyongsong kemerdekaan dan setelahnya bisa mengisi dengan kontribusi pendidikan dari usia dini hingga universitas.

Siti Zulaiha, Wakil Ketua PWA DIY, juga menambahkan bahwa ‘Aisyiyah bergerak di berbagai lini, baik itu dari level masyarakat kedaerahan, komunitas, atau bahkan keluarga. Semua ini dilakukan untuk mengubah nasib masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah memiliki cita-cita ideal yang selaras dengan tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, untuk mewujudkan qaryah thayyibah dibutuhkan keluarga sakinah, dan dari keluarga sakinah akan terwujud qaryah thayyibah, sehingga terwujud ketahanan nasional.

Zulaiha juga menyebutkan bahwa ‘Aisyiyah telah melakukan banyak kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi, bimbingan spiritual, dan sosial. ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melindungi lebih dari 1000 anak yatim dan duafa setiap bulannya. Dengan demikian, ‘Aisyiyah akan terus menjalankan dakwah keumatan untuk bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.Yogyakarta, Sabtu (24/5), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan resepsi ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dari para kader dan pimpinan, seperti paduan suara dari PCA Kotagede, performance seni tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan seni musik biola dari siswa SD Muhammadiyah Sukonandi.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan Milad ‘Aisyiyah yang ke-108 ini. Ia menyatakan bahwa Milad ini merupakan momen syukur dan refleksi bagi ‘Aisyiyah yang sudah berusia 108 tahun. Menurutnya, usia yang matang ini tidak lain adalah berkah dan rahmat Allah atas dakwah pencerahan yang dilakukan ‘Aisyiyah, terutama di Kota Yogyakarta.

Rowiyah juga menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah di Yogyakarta telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam pembangunan Kota Yogyakarta itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, ‘Aisyiyah memiliki 100 amal usaha, mulai dari anak usia dini. Selain itu, ‘Aisyiyah juga bergerak di bidang sosial dengan memberikan santunan untuk anak asuh dan mengadakan Gerakan Cinta Anak untuk membantu anak berkembang. Di samping itu, ‘Aisyiyah juga memiliki 8 BIKKSA untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Di bidang ekonomi, PDA Kota Yogyakarta telah mengadakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Rowiyah menjelaskan bahwa Sekolah Wirausaha Aisyiyah telah mengadakan pelatihan sebanyak 17 angkatan, dan para lulusan nantinya akan bergabung dengan Kiswara, wadah untuk para saudagar Aisyiyah.

Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah telah berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi partner yang cocok untuk Muhammadiyah. Bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah berjalan berdampingan menyongsong kemerdekaan dan setelahnya bisa mengisi dengan kontribusi pendidikan dari usia dini hingga universitas.

Siti Zulaiha, Wakil Ketua PWA DIY, juga menambahkan bahwa ‘Aisyiyah bergerak di berbagai lini, baik itu dari level masyarakat kedaerahan, komunitas, atau bahkan keluarga. Semua ini dilakukan untuk mengubah nasib masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah memiliki cita-cita ideal yang selaras dengan tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, untuk mewujudkan qaryah thayyibah dibutuhkan keluarga sakinah, dan dari keluarga sakinah akan terwujud qaryah thayyibah, sehingga terwujud ketahanan nasional.

Zulaiha juga menyebutkan bahwa ‘Aisyiyah telah melakukan banyak kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi, bimbingan spiritual, dan sosial. ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melindungi lebih dari 1000 anak yatim dan duafa setiap bulannya. Dengan demikian, ‘Aisyiyah akan terus menjalankan dakwah keumatan untuk bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Rabu, 21 Mei 2025

Wujudkan Ketahanan Pangan, ‘Aisyiyah Kembangkan Program Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah


Ketahanan pangan merupakan isu krusial dalam pembangunan, apalagi pada tahun 2022 Indonesia masih berada di peringkat 69 dari 113 negara dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI). Menurut Salmah Orbayinah selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, “Indonesia masih dihadapkan pada problem ketahanan pangan yang disebabkan, antara lain oleh keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, penurunan produktivitas, menurunnya jumlah petani dan kurangnya regenerasi petani, kurangnya pengakuan terhadap perempuan petani, minimnya kesejahteraan petani, ketergantungan impor, kurangnya tenologi pangan, hingga masalah kualitas pangan.” 

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan, imbuh Salmah, menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan mengingat pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karena itu, pada Milad ‘Aisyiyah ke-108 pada 19 Mei 2025 kali ini, ‘Aisyiyah mengusung tema, “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah Menuju Ketahanan Nasional”.

Qaryah Thayyibah yang secara harfiyah berarti desa yang baik atau unggul, lanjut Salmah, merupakan gerakan nasional ‘Aisyiyah untuk mewujudkan desa yang berkemajuan sehingga tercipta masyarakat yang maju, adil, makmur, dan bermartabat. Gerakan Qaryah Thayyibah, jelas Salmah, mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu pangan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, keagamaan, kesejahteraan sosial, hukum, kepemimpinan perempuan, pendidikan politik, hingga lingkungan. 

Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam gerakan Qaryah Thayyibah di komunitas. 

Tema Milad ‘Aisyiyah, menurut Agung Setyawan selaku Bupati Kulon Progo saat menyampaikan sambutannya, mencerminkan kesadaran bahwa kekuatan pangan diawali dari tingkat desa. Ketahanan pangan, tambahnya, bukan hanya soal pertanian tetapi menyangkut kemandirian, keadilan sosial, dan kedaulatan. Ia menyambut baik Gerakan Qaryah Thayyibah sebagai konsep pembangunan holistik sehingga mendukung peran strategis ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan yang membangun desa dengan pendekatan pemberdayaan perempuan, partisipasi warga, dan kearifan lokal. 

Salmah menyampaikan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan dilakukan ‘Aisyiyah, antara lain dengan mengembangkan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA). Ia menjelaskan, Gerakan Lumbung Hidup 'Aisyiyah merupakan gerakan untuk memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan yang tersedia yang dikelola secara individu maupun kelompok tuk budidaya tanaman, ternak, dan ikan yang bertujuan untuk menyediakan sumber pangan yang bergizi dan meningkatkan ekonomi keluarga. Saat ini, GLHA telah berkembang di 100 Kabupaten/Kota dan akan terus berkembang hingga tingkat desa. 

Selanjutnya, Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan bahwa hasil dari lumbung hidup atau lumbung gizi dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga maupun dibagikan kepada kelompok rentan seperti keluarga dengan anak stunting, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta difabel. Tri menambahkan, ‘Aisyiyah juga melakukan pemberdayaan perempuan petani, perempuan peternak, dan perempuan nelayan di komunitas karena memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan yang bergizi untuk mewujudkan ketahanan pangan di komunitas. 

Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 kali ini diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo pada 19 Mei 2025 baik secara luring yang diihadiri 1000 peserta maupun daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta dari pimpinan ‘Aisyiyah di berbagai wilayah atau provinsi dan daerah atau kabupaten kota se Indonesia. Pemilihan lokasi Milad tersebut terkait dengan keberadaan Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah Bangun yang mengembangkan Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono. Selanjutnya Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melakukan penandatanganan MOU dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Saat menyampaikan sambutan, Ferry menyampaikan, “Nafas dan semangat ‘Aisyiyah terkait Qaryah Thayyibah ini selaras dengan program pemerintah. Negara harus terlibat memberikan solusi aktif di masyarakat dengan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Selama ini, banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online maupun rentenir sehingga keberadaan koperasi di desa diharapkan dapat mengurangi jeratan dan mensejahterakan masyarakat.” 

Selama ini, tambahnya, negara kurang hadir sehingga mekanisme pasar justru mendominasi yang berdampak pada minimnya kesejahteraan masyarakat. Melalui keberadaan koperasi di 80.0000 desa dan kelurahan, ungkap Ferry, dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga. Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan koperasi antara lain simpan pinjam karena banyak warga yang terjerat pinjaman rentenir maupun online yang berbunga tinggi dan merugikan. 

Selain itu, kegiatan koperasi juga dapat mencakup apotik dan klinik desa untuk mempermudah akses kesehatan warga; toko gerai untuk menyediakan kebutuhan logistik warga; agen LPG; hingga gudang untuk mendukung sarana input pertanian; dan penyediaan truk untuk mobilitas barang dari desa. Ferry berharap, nantinya Kementerian Koperasi RI dapat bersinergi dengan ‘Aisyiyah dalam pengembangan koperasi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

 


Sabtu, 03 Mei 2025

SAH, Pengembangan BTM Di Bawah Koordinasi LP - UMKM PP MUHAMMADIYAH

 


Jakarta, (2/Mei/2025) Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas terbitnya Keputusan Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah Nomor 206/KEP/I.0/B/2025 tentang kedudukan kelembagaan BTM. Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah; Dr. H Agung Danarto, M.Ag serta Sekertaris; Muhammad Sayuti M.Pd. M.Ed, Ph.D pada tanggal 16 April 2025, menyebutkan,  untuk menghindari dualisme struktural dan tumpang tindih program antar majelis dan lembaga perlu penegasan kedudukan kelembagaan BTM. PP Muhammadiyah dalam surat keputusan itu memutuskan, pertama  BTM secara kelembagaan di bawah pembinaan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP - UMKM) PP Muhammadiyah. Kedua menginstruksikan kepada Biro Pengembang Organisasi (BPO) PP Muhammadiyah untuk menyusun PP Muhammadiyah tentang BTM sebagai tindak lanjut keputusan itu.

"Dengan adanya keputusan PP Muhammadiyah ini sangat jelas sekali mampu memberikan kepercayaan diri kepada para pengelola dan pengurus jaringan BTM se Indonesia tentang kedudukan serta posisioning BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah,  "ucap Ketua Induk BTM; Drs Achmad Su'ud, M.Si dalam keterangannya yang dibagikan ke berbagai awak media.

Surat keputusan itu, diakui oleh Su'ud sempat menjadi penantian panjang para pegiat BTM pasca Muktamar ke - 48 di Surakarta - Jawa Tengah tahun 2022, di mana sudah tidak ada lagi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) sebagai insitusi koordinasi dalam pengembangan BTM. Sementara Induk BTM berserta jaringan BTM  lagi gencar - gencarnya dalam mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu PDM satu BTM di berbagai penjuru Tanah Air, sebagai amanah Surat Edaran  No. 004/I.8/G/2017 MEK PP Muhammadiyah. Dengan demikian munculnya regulasi baru yang diterbitkan langsung PP Muhammadiyah memberikan semangat dan angin segar bagi GMM untuk terus berkembang, sekaligus sebagai momentum bagi jaringan BTM untuk  menata diri menjadi lebih tertib dalam  barisan atau shof yg lebih rapi. Sebagaimana dinyatakan dalam 7 rekomendasi di Muhammadiyah Microfinance Summit III yang diselenggarakan di Kaliurang - Yogyakarta 2024  tahun kemarin," terangnya. 

Kemudian secara terpisah, Wakil Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah; Syafrudin Anhar, mengungkapkan, LP - UMKM. merupakan satu lembaga baru dalam numenklatur Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) pada struktur organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebagai lembaga baru, LP UMKM secara kelembagaan dan program adalah pemisahan dari Majelis Ekonomi dan Bisnis (dahulu Majelis Ekonomi dan Kewiraswastaan). Pemisahan inilah yang menyebabkan adanya kegamangan bahkan kegelisahan akan keberlangsungan gerakan keuangan mikro dikalangan aktivis dan warga Persyarikatan yang selama ini digerakan melalui atau dengan nama Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM).

Bukan Persyarikatan Muhammadiyah jika tak tertib konstitusi dan administrasi, kata Syafrudin, maka melalui proses sidang Tanwir di Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT)  secara kelembagaan dan program numenklatur LP UMKM menjadi jelas dan tegas disebutkan dalam tanfiz keputusan Tanwir Muhammadiyah di Kota Kupang NTT.

Maka setelah sidang Tanwir itu, di salah satu sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memutuskan mengenai kedudukan dan keberadaan BTM. Melalui suatu surat keputusan PP Muhammadiyah Nomor 206/KEP/I.0/B/2025 tentang Kedudukan Kelembagaan  BTM, yang menetapkan secara resmi bahwa pembinaan BTM berada dibawah pembinaan dan koordinasi LP UMKM. "Sebagaimana yang terumuskan dalam program bidang UMKM hasil keputusan sidang Tanwir Muhammadiyah di Kota Kupang," jelas Syafrudin.

ads

 
Copyright © 2016 BERITA BERKEMAJUAN
Powered by Journalis Online