Kendala Cuaca Tak Surutkan Semangat
Agenda yang sedianya dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA terpaksa diundur hingga pukul 11.00 WITA. Hal ini dikarenakan cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Magepanda sejak pagi hari.
Namun, penundaan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan acara. Dalam sambutannya, Ketua Poktan Mapan Berdikary, Darman Eldin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa.
"Kegiatan ini adalah bukti nyata tanggung jawab moral kami. Pembangunan saluran tersier sepanjang 200 meter dan pengolahan lahan telah tuntas kami laksanakan. Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Darman.
Sinergi Lintas Sektor
Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang diwakili oleh Bapak Animus turut memberikan apresiasi atas kemandirian dan kerja keras Poktan Mapan Berdikary. Menurutnya, keberhasilan pengolahan lahan ini merupakan langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sikka.
Usai sesi sambutan, seluruh peserta melakukan prosesi tanam simbolik. Momen ini terbilang menantang karena peserta harus berjalan kaki melintasi pematang sawah yang becek dan licin akibat hujan yang tak kunjung reda.
Tanam Simbolik Bibit Impari 32
Penanaman bibit padi varietas Impari 32 dilakukan secara bersama-sama oleh:
- Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka
- Jajaran Polres Sikka
- Personel Kodim 1603 Sikka
- Penyuluh Pertanian Kecamatan Magepanda
- Ketua dan Anggota Kelompok Tani Mapan Berdikary
Varietas Impari 32 dipilih karena dikenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan yang baik terhadap hama, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani di masa panen mendatang.
Posting Komentar