BREAKING NEWS

Berita Muhammadiyah

Kabar Persyarikatan

Muhammadiyahku

From our Blog

Kamis, 13 Agustus 2026

MUKTAMAR KE XV NASYIATUL ASIYIYAH USUNG TEMA PEREMPUAN MUDA BERKEMAJUAN




SURAKARTA — Organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), menggelar perhelatan akbar Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah. Mengusung tema besar "Memajukan Perempuan, Menguatkan Peradaban", ajang permusyawaratan tertinggi lima tahunan ini dihadiri oleh ribuan kader dan delegasi dari seluruh Pimpinan Wilayah (PWNA) dan Pimpinan Daerah (PDNA) se-Indonesia.

​Muktamar ini menjadi momentum strategis bagi kader perempuan muda Islam untuk merumuskan arah gerak organisasi, penguatan kepemimpinan perempuan, hingga respons terhadap isu-isu krusial seperti ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan perubahan iklim.

​Poin Utama Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

Agenda Utama

Detail Kegiatan

Laporan Pertanggungjawaban

Evaluasi kinerja Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode berjalan

Penyusunan Program Kerja

Perumusan garis besar haluan organisasi untuk 5 tahun ke depan

Isu-Isu Strategis

Pembahasan dokumen panduan isu perempuan, anak, dan kebangsaan

Pemilihan Pimpinan

Pemilihan formatur dan Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah periode baru

Fokus Isu Strategis: Perempuan dan Keluarga Muda

​Dalam forum muktamar, Nasyiatul Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi tantangan yang dihadapi generasi muda, khususnya perempuan dan anak. Beberapa isu utama yang menjadi sorotan dalam sidang-sidang komisi meliputi:

  • Penguatan Ketahanan Keluarga Muda: Menyiapkan pasangan muda dalam menghadapi tantangan pola asuh (parenting), kesehatan mental, dan stabilitas ekonomi keluarga.
  • Pencegahan Stunting dan Kesehatan Reproduksi: Mengoptimalkan peran kader NA di tingkat akar rumput melalui program edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak.
  • Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan: Mendorong keterlibatan aktif kader perempuan dalam ruang-ruang publik, pengambilan kebijakan, dan advokasi sosial.
  • Digitalisasi dan Ekonomi Kreatif: Mengembangkan jejaring wirausaha perempuan muda berbasis teknologi (Nasyiah Economic Center).

​"Nasyiatul Aisyiyah harus terus menjadi wadah yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan. Perempuan muda adalah pilar utama peradaban," ujar salah satu pimpinan pleno dalam pembukaan kegiatan.

​Harapan dan Arah Gerak Ke Depan

​Melalui Muktamar ini, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang progresif serta menghasilkan keputusan strategis yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

​Seluruh rangkaian muktamar diisi dengan berbagai kegiatan pendukung seperti Pameran UMKM Binaan NasyiahSeminar Nasional, hingga Malam Silaturahmi Kader yang mempererat ukhuwah antar-kader dari Sabang sampai Merauke.

 


Kamis, 16 April 2026

Ancaman Nyata Perang Iran-AS 2026: Dana BPJS Ketenagakerjaan Terancam, Buruh Cemas Gagal Bayar!

**JAKARTA** – Bayang-bayang krisis ekonomi global akibat konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di tahun 2026 kian mengkhawatirkan. Tak hanya soal geopolitik, konflik ini kini mengancam "celengan" masa depan jutaan pekerja Indonesia: **Dana Jaminan Sosial (Jamsos) di BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK).**
Forum Jamsos lintas Federasi dan Konfederasi Pekerja/Buruh secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) BPJS TK. Mereka diminta segera menyusun strategi "penyelamatan" agar ketahanan dana Jamsos tidak ambruk dihantam badai volatilitas pasar dunia.
### "Badai Sempurna" bagi Dana Pekerja
Koordinator Forum Jamsos, **KRH.HM. Jusuf Rizal, SH**, menegaskan bahwa korelasi antara perang di Timur Tengah dengan dana buruh di Indonesia sangatlah nyata dan signifikan. Menurutnya, ada dua jalur utama yang bisa melumpuhkan ketahanan BPJS TK:
**1. Sektor Investasi: Potensi 'Boncos' di Pasar Modal**
Dengan dana kelolaan ratusan triliun rupiah, portofolio BPJS TK kini berada di zona merah.
 * **Capital Outflow:** Ketidakpastian global membuat investor asing kabur dari pasar Indonesia. Dampaknya, IHSG tertekan dan nilai saham milik BPJS TK terancam merosot.
 * **Harga Obligasi Terjepit:** Lonjakan harga minyak dunia memicu inflasi. Jika Bank Indonesia merespons dengan bunga tinggi, harga obligasi—yang merupakan instrumen investasi terbesar BPJS TK—akan jatuh.
**2. Sektor Riil: Gelombang PHK dan Lonjakan Klaim**
Perang bukan hanya soal peluru, tapi juga soal rantai pasok. Jalur energi Selat Hormuz yang terganggu memicu inflasi biaya hidup dan beban operasional perusahaan.
 * **Tsunami PHK:** Efisiensi perusahaan akibat biaya energi yang mahal berujung pada pemecatan massal.
 * **Beban Likuiditas:** Lonjakan PHK memaksa BPJS TK mencairkan klaim **Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)** dan **Jaminan Hari Tua (JHT)** dalam skala besar secara mendadak.
> "Direksi dan Dewas harus memiliki kiat menjaga ketahanan dana Jamsos. Punya strategi yang jitu, jangan sampai klaim terhadap produknya gagal bayar!"
> — **Jusuf Rizal**, Koordinator Forum Jamsos & Ketum Ormas Madas Nusantara.
### Alarm Keras untuk Direksi & Dewas
Jusuf Rizal, yang juga dikenal sebagai Presiden LSM LIRA, menekankan bahwa situasi tahun 2026 ini menuntut manajemen risiko yang luar biasa. Forum Jamsos memperingatkan adanya risiko ganda: **Hasil investasi menurun (Yield rendah), sementara beban pembayaran klaim justru melonjak tajam.**
Kekhawatiran utama para buruh adalah munculnya risiko **gagal bayar** jika manajemen tidak segera melakukan mitigasi terhadap volatilitas pasar keuangan dan stabilitas sektor riil.
"Kita tidak boleh lengah. Uang ini adalah hak buruh. Jangan sampai krisis luar negeri jadi alasan ketahanan dana kita rapuh," tutup tokoh berdarah Madura-Batak tersebut.

#BPJSKetenagakerjaan #PerangIranAS #EkonomiGlobal2026 #DanaJamsos #BuruhIndonesia #KrisisEnergi #IHSG

Kamis, 22 Januari 2026

​Meski Diguyur Hujan, Kelompok Tani Mapan Berdikary Sikka Sukses Gelar Tanam Simbolik Padi Impari 32



MASEPANDA, SIKKA – Semangat para petani di Desa Woda Mude tak surut meski cuaca ekstrem melanda. Kelompok Tani (Poktan) Mapan Berdikary sukses melaksanakan kegiatan Tanam Simbolik bersama jajaran pemerintah dan unsur Forkopimda Kabupaten Sikka di lahan persawahan mereka, Kamis (22/1/2026).

Kendala Cuaca Tak Surutkan Semangat

​Agenda yang sedianya dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA terpaksa diundur hingga pukul 11.00 WITA. Hal ini dikarenakan cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Magepanda sejak pagi hari.

​Namun, penundaan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan acara. Dalam sambutannya, Ketua Poktan Mapan Berdikary, Darman Eldin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa.

​"Kegiatan ini adalah bukti nyata tanggung jawab moral kami. Pembangunan saluran tersier sepanjang 200 meter dan pengolahan lahan telah tuntas kami laksanakan. Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Darman.

Sinergi Lintas Sektor

​Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang diwakili oleh Bapak Animus turut memberikan apresiasi atas kemandirian dan kerja keras Poktan Mapan Berdikary. Menurutnya, keberhasilan pengolahan lahan ini merupakan langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sikka.

​Usai sesi sambutan, seluruh peserta melakukan prosesi tanam simbolik. Momen ini terbilang menantang karena peserta harus berjalan kaki melintasi pematang sawah yang becek dan licin akibat hujan yang tak kunjung reda.

Tanam Simbolik Bibit Impari 32

​Penanaman bibit padi varietas Impari 32 dilakukan secara bersama-sama oleh:

  • ​Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka
  • ​Jajaran Polres Sikka
  • ​Personel Kodim 1603 Sikka
  • ​Penyuluh Pertanian Kecamatan Magepanda
  • ​Ketua dan Anggota Kelompok Tani Mapan Berdikary

​Varietas Impari 32 dipilih karena dikenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan yang baik terhadap hama, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani di masa panen mendatang.

Sabtu, 24 Mei 2025

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta Gelar Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108


Yogyakarta, Sabtu (24/5), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan resepsi ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dari para kader dan pimpinan, seperti paduan suara dari PCA Kotagede, performance seni tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan seni musik biola dari siswa SD Muhammadiyah Sukonandi.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan Milad ‘Aisyiyah yang ke-108 ini. Ia menyatakan bahwa Milad ini merupakan momen syukur dan refleksi bagi ‘Aisyiyah yang sudah berusia 108 tahun. Menurutnya, usia yang matang ini tidak lain adalah berkah dan rahmat Allah atas dakwah pencerahan yang dilakukan ‘Aisyiyah, terutama di Kota Yogyakarta.

Rowiyah juga menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah di Yogyakarta telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam pembangunan Kota Yogyakarta itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, ‘Aisyiyah memiliki 100 amal usaha, mulai dari anak usia dini. Selain itu, ‘Aisyiyah juga bergerak di bidang sosial dengan memberikan santunan untuk anak asuh dan mengadakan Gerakan Cinta Anak untuk membantu anak berkembang. Di samping itu, ‘Aisyiyah juga memiliki 8 BIKKSA untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Di bidang ekonomi, PDA Kota Yogyakarta telah mengadakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Rowiyah menjelaskan bahwa Sekolah Wirausaha Aisyiyah telah mengadakan pelatihan sebanyak 17 angkatan, dan para lulusan nantinya akan bergabung dengan Kiswara, wadah untuk para saudagar Aisyiyah.

Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah telah berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi partner yang cocok untuk Muhammadiyah. Bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah berjalan berdampingan menyongsong kemerdekaan dan setelahnya bisa mengisi dengan kontribusi pendidikan dari usia dini hingga universitas.

Siti Zulaiha, Wakil Ketua PWA DIY, juga menambahkan bahwa ‘Aisyiyah bergerak di berbagai lini, baik itu dari level masyarakat kedaerahan, komunitas, atau bahkan keluarga. Semua ini dilakukan untuk mengubah nasib masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah memiliki cita-cita ideal yang selaras dengan tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, untuk mewujudkan qaryah thayyibah dibutuhkan keluarga sakinah, dan dari keluarga sakinah akan terwujud qaryah thayyibah, sehingga terwujud ketahanan nasional.

Zulaiha juga menyebutkan bahwa ‘Aisyiyah telah melakukan banyak kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi, bimbingan spiritual, dan sosial. ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melindungi lebih dari 1000 anak yatim dan duafa setiap bulannya. Dengan demikian, ‘Aisyiyah akan terus menjalankan dakwah keumatan untuk bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.Yogyakarta, Sabtu (24/5), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan resepsi ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dari para kader dan pimpinan, seperti paduan suara dari PCA Kotagede, performance seni tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan seni musik biola dari siswa SD Muhammadiyah Sukonandi.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan Milad ‘Aisyiyah yang ke-108 ini. Ia menyatakan bahwa Milad ini merupakan momen syukur dan refleksi bagi ‘Aisyiyah yang sudah berusia 108 tahun. Menurutnya, usia yang matang ini tidak lain adalah berkah dan rahmat Allah atas dakwah pencerahan yang dilakukan ‘Aisyiyah, terutama di Kota Yogyakarta.

Rowiyah juga menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah di Yogyakarta telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam pembangunan Kota Yogyakarta itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, ‘Aisyiyah memiliki 100 amal usaha, mulai dari anak usia dini. Selain itu, ‘Aisyiyah juga bergerak di bidang sosial dengan memberikan santunan untuk anak asuh dan mengadakan Gerakan Cinta Anak untuk membantu anak berkembang. Di samping itu, ‘Aisyiyah juga memiliki 8 BIKKSA untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Di bidang ekonomi, PDA Kota Yogyakarta telah mengadakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Rowiyah menjelaskan bahwa Sekolah Wirausaha Aisyiyah telah mengadakan pelatihan sebanyak 17 angkatan, dan para lulusan nantinya akan bergabung dengan Kiswara, wadah untuk para saudagar Aisyiyah.

Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah telah berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi partner yang cocok untuk Muhammadiyah. Bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah berjalan berdampingan menyongsong kemerdekaan dan setelahnya bisa mengisi dengan kontribusi pendidikan dari usia dini hingga universitas.

Siti Zulaiha, Wakil Ketua PWA DIY, juga menambahkan bahwa ‘Aisyiyah bergerak di berbagai lini, baik itu dari level masyarakat kedaerahan, komunitas, atau bahkan keluarga. Semua ini dilakukan untuk mengubah nasib masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah memiliki cita-cita ideal yang selaras dengan tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, untuk mewujudkan qaryah thayyibah dibutuhkan keluarga sakinah, dan dari keluarga sakinah akan terwujud qaryah thayyibah, sehingga terwujud ketahanan nasional.

Zulaiha juga menyebutkan bahwa ‘Aisyiyah telah melakukan banyak kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi, bimbingan spiritual, dan sosial. ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melindungi lebih dari 1000 anak yatim dan duafa setiap bulannya. Dengan demikian, ‘Aisyiyah akan terus menjalankan dakwah keumatan untuk bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Rabu, 21 Mei 2025

Wujudkan Ketahanan Pangan, ‘Aisyiyah Kembangkan Program Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah


Ketahanan pangan merupakan isu krusial dalam pembangunan, apalagi pada tahun 2022 Indonesia masih berada di peringkat 69 dari 113 negara dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI). Menurut Salmah Orbayinah selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, “Indonesia masih dihadapkan pada problem ketahanan pangan yang disebabkan, antara lain oleh keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, penurunan produktivitas, menurunnya jumlah petani dan kurangnya regenerasi petani, kurangnya pengakuan terhadap perempuan petani, minimnya kesejahteraan petani, ketergantungan impor, kurangnya tenologi pangan, hingga masalah kualitas pangan.” 

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan, imbuh Salmah, menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan mengingat pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karena itu, pada Milad ‘Aisyiyah ke-108 pada 19 Mei 2025 kali ini, ‘Aisyiyah mengusung tema, “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah Menuju Ketahanan Nasional”.

Qaryah Thayyibah yang secara harfiyah berarti desa yang baik atau unggul, lanjut Salmah, merupakan gerakan nasional ‘Aisyiyah untuk mewujudkan desa yang berkemajuan sehingga tercipta masyarakat yang maju, adil, makmur, dan bermartabat. Gerakan Qaryah Thayyibah, jelas Salmah, mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu pangan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, keagamaan, kesejahteraan sosial, hukum, kepemimpinan perempuan, pendidikan politik, hingga lingkungan. 

Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam gerakan Qaryah Thayyibah di komunitas. 

Tema Milad ‘Aisyiyah, menurut Agung Setyawan selaku Bupati Kulon Progo saat menyampaikan sambutannya, mencerminkan kesadaran bahwa kekuatan pangan diawali dari tingkat desa. Ketahanan pangan, tambahnya, bukan hanya soal pertanian tetapi menyangkut kemandirian, keadilan sosial, dan kedaulatan. Ia menyambut baik Gerakan Qaryah Thayyibah sebagai konsep pembangunan holistik sehingga mendukung peran strategis ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan yang membangun desa dengan pendekatan pemberdayaan perempuan, partisipasi warga, dan kearifan lokal. 

Salmah menyampaikan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan dilakukan ‘Aisyiyah, antara lain dengan mengembangkan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA). Ia menjelaskan, Gerakan Lumbung Hidup 'Aisyiyah merupakan gerakan untuk memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan yang tersedia yang dikelola secara individu maupun kelompok tuk budidaya tanaman, ternak, dan ikan yang bertujuan untuk menyediakan sumber pangan yang bergizi dan meningkatkan ekonomi keluarga. Saat ini, GLHA telah berkembang di 100 Kabupaten/Kota dan akan terus berkembang hingga tingkat desa. 

Selanjutnya, Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan bahwa hasil dari lumbung hidup atau lumbung gizi dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga maupun dibagikan kepada kelompok rentan seperti keluarga dengan anak stunting, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta difabel. Tri menambahkan, ‘Aisyiyah juga melakukan pemberdayaan perempuan petani, perempuan peternak, dan perempuan nelayan di komunitas karena memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan yang bergizi untuk mewujudkan ketahanan pangan di komunitas. 

Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 kali ini diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo pada 19 Mei 2025 baik secara luring yang diihadiri 1000 peserta maupun daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta dari pimpinan ‘Aisyiyah di berbagai wilayah atau provinsi dan daerah atau kabupaten kota se Indonesia. Pemilihan lokasi Milad tersebut terkait dengan keberadaan Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah Bangun yang mengembangkan Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono. Selanjutnya Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melakukan penandatanganan MOU dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Saat menyampaikan sambutan, Ferry menyampaikan, “Nafas dan semangat ‘Aisyiyah terkait Qaryah Thayyibah ini selaras dengan program pemerintah. Negara harus terlibat memberikan solusi aktif di masyarakat dengan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Selama ini, banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online maupun rentenir sehingga keberadaan koperasi di desa diharapkan dapat mengurangi jeratan dan mensejahterakan masyarakat.” 

Selama ini, tambahnya, negara kurang hadir sehingga mekanisme pasar justru mendominasi yang berdampak pada minimnya kesejahteraan masyarakat. Melalui keberadaan koperasi di 80.0000 desa dan kelurahan, ungkap Ferry, dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga. Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan koperasi antara lain simpan pinjam karena banyak warga yang terjerat pinjaman rentenir maupun online yang berbunga tinggi dan merugikan. 

Selain itu, kegiatan koperasi juga dapat mencakup apotik dan klinik desa untuk mempermudah akses kesehatan warga; toko gerai untuk menyediakan kebutuhan logistik warga; agen LPG; hingga gudang untuk mendukung sarana input pertanian; dan penyediaan truk untuk mobilitas barang dari desa. Ferry berharap, nantinya Kementerian Koperasi RI dapat bersinergi dengan ‘Aisyiyah dalam pengembangan koperasi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

 


Sabtu, 03 Mei 2025

SAH, Pengembangan BTM Di Bawah Koordinasi LP - UMKM PP MUHAMMADIYAH

 


Jakarta, (2/Mei/2025) Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas terbitnya Keputusan Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah Nomor 206/KEP/I.0/B/2025 tentang kedudukan kelembagaan BTM. Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah; Dr. H Agung Danarto, M.Ag serta Sekertaris; Muhammad Sayuti M.Pd. M.Ed, Ph.D pada tanggal 16 April 2025, menyebutkan,  untuk menghindari dualisme struktural dan tumpang tindih program antar majelis dan lembaga perlu penegasan kedudukan kelembagaan BTM. PP Muhammadiyah dalam surat keputusan itu memutuskan, pertama  BTM secara kelembagaan di bawah pembinaan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP - UMKM) PP Muhammadiyah. Kedua menginstruksikan kepada Biro Pengembang Organisasi (BPO) PP Muhammadiyah untuk menyusun PP Muhammadiyah tentang BTM sebagai tindak lanjut keputusan itu.

"Dengan adanya keputusan PP Muhammadiyah ini sangat jelas sekali mampu memberikan kepercayaan diri kepada para pengelola dan pengurus jaringan BTM se Indonesia tentang kedudukan serta posisioning BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah,  "ucap Ketua Induk BTM; Drs Achmad Su'ud, M.Si dalam keterangannya yang dibagikan ke berbagai awak media.

Surat keputusan itu, diakui oleh Su'ud sempat menjadi penantian panjang para pegiat BTM pasca Muktamar ke - 48 di Surakarta - Jawa Tengah tahun 2022, di mana sudah tidak ada lagi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) sebagai insitusi koordinasi dalam pengembangan BTM. Sementara Induk BTM berserta jaringan BTM  lagi gencar - gencarnya dalam mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu PDM satu BTM di berbagai penjuru Tanah Air, sebagai amanah Surat Edaran  No. 004/I.8/G/2017 MEK PP Muhammadiyah. Dengan demikian munculnya regulasi baru yang diterbitkan langsung PP Muhammadiyah memberikan semangat dan angin segar bagi GMM untuk terus berkembang, sekaligus sebagai momentum bagi jaringan BTM untuk  menata diri menjadi lebih tertib dalam  barisan atau shof yg lebih rapi. Sebagaimana dinyatakan dalam 7 rekomendasi di Muhammadiyah Microfinance Summit III yang diselenggarakan di Kaliurang - Yogyakarta 2024  tahun kemarin," terangnya. 

Kemudian secara terpisah, Wakil Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah; Syafrudin Anhar, mengungkapkan, LP - UMKM. merupakan satu lembaga baru dalam numenklatur Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) pada struktur organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebagai lembaga baru, LP UMKM secara kelembagaan dan program adalah pemisahan dari Majelis Ekonomi dan Bisnis (dahulu Majelis Ekonomi dan Kewiraswastaan). Pemisahan inilah yang menyebabkan adanya kegamangan bahkan kegelisahan akan keberlangsungan gerakan keuangan mikro dikalangan aktivis dan warga Persyarikatan yang selama ini digerakan melalui atau dengan nama Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM).

Bukan Persyarikatan Muhammadiyah jika tak tertib konstitusi dan administrasi, kata Syafrudin, maka melalui proses sidang Tanwir di Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT)  secara kelembagaan dan program numenklatur LP UMKM menjadi jelas dan tegas disebutkan dalam tanfiz keputusan Tanwir Muhammadiyah di Kota Kupang NTT.

Maka setelah sidang Tanwir itu, di salah satu sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memutuskan mengenai kedudukan dan keberadaan BTM. Melalui suatu surat keputusan PP Muhammadiyah Nomor 206/KEP/I.0/B/2025 tentang Kedudukan Kelembagaan  BTM, yang menetapkan secara resmi bahwa pembinaan BTM berada dibawah pembinaan dan koordinasi LP UMKM. "Sebagaimana yang terumuskan dalam program bidang UMKM hasil keputusan sidang Tanwir Muhammadiyah di Kota Kupang," jelas Syafrudin.

Kamis, 01 Mei 2025

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta “Digdaya Ngadhepi Bancono”,



Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Panitia HKB DIY 2025 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Plan Indonesia, Kwarda DIY, PMI DIY, YEU, ASB, MDMC, ORARI, KARINAKAS, dan berbagai pihak lainnya, menyelenggarakan serangkaian kegiatan HKB Tahun 2025 yang secara nasional bertema " Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat".

Peringatan HKBN di DIY tahun ini merumuskan sub-tema “Digdaya Ngadhepi Bancono”, yang mencerminkan semangat seluruh elemen masyarakat DIY yang tangguh dan berdaya dalam menghadapi bencana, dengan mengedepankan gotong royong, kolaborasi, ilmu pengetahuan, teknologi, serta kearifan budaya lokal sebagai fondasi ketangguhan daerah. Kegiatan puncak dilaksanakan pada tanggal 30 April 2025 di Gedung Utama Universitas Ahmad Dahlan, Kampus 4 Ring Road Selatan.

Serangkaian Kegiatan HKB 2025 di DIY meliputi:

Simulasi Serentak di seluruh kantor pemerintah, sekolah, dan dunia usaha di DIY pada 25 April 2025.

Serial Podcast tentang kesiapsiagaan masyarakat dan pendataan kebutuhan penyandang disabilitas saat darurat.

Mini Exhibition produk dan hasil inovasi pengurangan risiko bencana.

Sharing Session bertema aksi merespon peringatan dini yang inklusif, dengan diskusi kelompok seputar perubahan iklim, WASH, SPAB, perlindungan kelompok rentan, serta kolaborasi sektor kesehatan dalam kebencanaan.

Donor Darah yang diselenggarakan bekerja sama dengan PMI DIY.

Special Event Station (SES) komunikasi darurat oleh ORARI se-Nusantara.

Seminar Nasional bertajuk "Digdaya Ngadepi Bencana" dengan narasumber GKR Mangkubumi, Rektor UAD, dan Direktur Plan Indonesia.

Dalam acara puncak, juga dilaksanakan penyerahan penghargaan dari Gubernur DIY kepada lembaga dan individu yang berkontribusi dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di DIY.

Melalui peringatan ini, diharapkan tercipta sinergi antar pihak untuk memperkuat budaya sadar bencana, meningkatkan edukasi dan kapasitas masyarakat, serta mendorong aksi nyata dalam pengurangan risiko bencana.




 


Minggu, 27 April 2025

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo Gelar Kegiatan Tabligh Akbar , Halal bi Halal dan Mangayubagya Jamaah Haji 1446 H


Yogyakarta 27 April 2025 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo Gelar Kegiatan Tabligh Akbar , Halal bi Halal dan mangayubagya jamaah haji 1446 H dari keluarga besar muhammadiyah umbulharjo yang mana kegiatan ini di laksanakan di aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Kegiatan ini melibatkan seluruh pimpinan Muhammadiyah Aisyiyah tingkat cabang maupun ranting di wilayah umbulharjo, kita mengundang seluruh kepala TK sekolah sekolah SD SMP SMA SMK Muhammadiyah Umbulharjo dan juga takmir takmir masjid dengan Nadzir milik Muhammadiyah. Tahun ini juga mengundang ikatan pelajar muhammadiyah IPM yang ada di sekolah sekolah smp sma smk milik muhammadiyah dan  juga seluruh ortom yang ada seperti angkatan muda Muhammadiyah nasyiatul Aisyiyah yang ada di Umbulharjo ini  Jelas  Safroni ketua pimpinan cabang muhammadiyah umbulharjo.

safroni juga mengatakan tujuan di adakannya kegiatan ini yang pertama menjaga silaturahim sesama anggota muhammadiyah di lingkungan umbulharjo, kemudian saat ini juga masih momentum bulan Syawal maka diadakan halal bihalal dalam rangka untuk saling memaafkan diantara kesemuanya baik pribadi maupun secara kelembagaan organisasi. Selain itu kegiatan ini juga untuk mangayubagya keberangkatan jemaah haji tahun 1446 H yang ada di umbulharjo meskipun yang hadir pada kesempatan ini masih belum keseluruhan karena terdapat kendala sehingga tidak bisa secara maksimal. ini kan tidak semua jamaah umbulharjo ikut KBIH Aisyiyah, di samping memang pada hari ini juga ternyata masih ada manasik haji tambahnya. Lebih lanjut dengan adanya kegiatan ini Safroni berharap semakin memperkokoh memperteguh komitmen dari Muhammadiyah untuk kemudian saling berkolaborasi Saling bantu membantu bahu membahu sehingga Muhammadiyah umbulharjo semakin Solid semakin berkembang maju dan bersama-sama menggerakan seluruh jamaah untuk kembali menjadi warga Muhammadiyah 

untuk jemaah Haji Umbulharjo safroni berpesan agar mereka senantiasa menjaga kesehatan menjaga kekompakan jangan sampai di sana Ada yang sakit, jangan sampai pula disana kemudian ada yang tidak akur dan sebagainya karena itu akan mengganggu kekhusyukan dan kemabruran dari Haji mereka.

kita berharap semoga mereka senantiasa diberikan keamanan diberikan kesehatan kelancaran kemudahan dan kemudian masih bisa kembali lagi dalam kondisi yang sehat walafiat dan menjadi haji yang mabrur, semua rukun haji dapat mereka kerjakan semuanya dengan sebaik-baiknya dan harapan kami juga mereka tidak lupa untuk senantiasa mendoakan kita kita yang ada di tanah air ini wabil khusus kepada organisasi Muhammadiyah di Umbulharjo sehingga semakin berkembang semakin kokoh semakin kuat dan senantiasa bermanfaat bagi seluruh umat tambahnya.


Kamis, 17 April 2025

TRANSFORMASI DIGITAL, BTM AMMAN MAGELANG LAUNCHING BTM AMMAN LINK ; INOVASI KEUANGAN SYARIAH YANG INKLUSIF



YOGYAKARTA (17/25) – Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Amman Magelang launching BTM Amman Link yang bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah. Program yang pertama kalinya di inisisasi oelh BTM Amman Magelang ini sebagai Upaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk lebih inklusi dan dekat kepada para anggotanya yang merupakan ekosistem persyarikatan muhammadiyah. Peluncuran BTM Amman Link ini di lakukan secara simbolis oleh ketua BTM Amman Magelnag H.M Nasiruddin, M.A Bersama Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Eko Pujiatmoko, S.E., M.Ak. 
Berdasar  Amanah dari Muktamar Muhammadiyah di Surakarta salah satu program prioritasnya ialah reformasi organisasi dan digitalisasi maka peluncuran BTM Amman Link ini mempertegas peran btm amman magelang sebagai pusat keuangan Muhammadiyah.  “Peluncuran BTM Amman Link yang bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah ini sebagai ikhtiar sesuai Amanah Muktamar Muhammadiyah di Surakarta. Karena kita mengelola Amanah dari umat, sehingga mau tidak mau harus transparan. Seberapapun hak konsumen, hak anggota, hak orang lain yang ada di BTM Amman, juga harus dipertanggung jawabkan.”ujarnya 
Dalam nuansa pra rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2024 ini, Nasiruddin, M.A mengingat Kembali adanya BTM Amman Magelang taklepas dari perjuangan aktivis muhammadiyah di magelang. Di usia 25 tahun BTM Amman Magelang ini, terus betumbuh, berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan memberikan manfaat bagi umat. “harapan kita kedepan terus growing, berkembang, bertumbuh sesuai dengan perkembangan yang ada, yang akhirnya dapat terus berjalan sesuai visinya menjadi pusat keuangan syariah muhammadiyah di magelang”ungkapnya
Sementara itu, Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM Jateng, Eko Pujiatmoko di waktu yang sama mengapresiasi peluncuran BTM AMMAN Link yang bertujuan untuk menguatkan inklusivitas keuangan syariah. “produk baru dari BTM Amman yang bekerjasama dengan Bank Jateng ini dapat menjadi Langkah awal untuk menuju transformasi digital, sehingga anggota akan lebih mudah dalam melakukan transaksi. Dan tentunya dapat diikuti oleh BTM-BTM lainnya secara nasional”katanya
Dukungan dari Bank Jateng Syariah yang disampaikan oleh Slamet Sulistiono, untuk program Laku Pandai yang telah dilakukan sebelumnya oleh Bank Jateng Syariah. Menurutnya, Gerakan ekonomi umat yang dilakukan secara Bersama-sama akan memiliki dampak besar dan dapat mendorong perputaran roda ekonomi umat “memberikan sebuah keyakinan bagi masyarakat yang mungkin saja hari ini belum menjadi nasabah BTM Amman berikutnya berbondong-bondong menjadi nasabah dengan menggunakan layanan fitur yang memudahkan mereka”ungkapnya


ads

 
Copyright © 2016 BERITA BERKEMAJUAN
Powered by Journalis Online