BREAKING NEWS

Berita Muhammadiyah

Kabar Persyarikatan

Muhammadiyahku

From our Blog

Sabtu, 24 Mei 2025

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta Gelar Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108


Yogyakarta, Sabtu (24/5), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan resepsi ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dari para kader dan pimpinan, seperti paduan suara dari PCA Kotagede, performance seni tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan seni musik biola dari siswa SD Muhammadiyah Sukonandi.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan Milad ‘Aisyiyah yang ke-108 ini. Ia menyatakan bahwa Milad ini merupakan momen syukur dan refleksi bagi ‘Aisyiyah yang sudah berusia 108 tahun. Menurutnya, usia yang matang ini tidak lain adalah berkah dan rahmat Allah atas dakwah pencerahan yang dilakukan ‘Aisyiyah, terutama di Kota Yogyakarta.

Rowiyah juga menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah di Yogyakarta telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam pembangunan Kota Yogyakarta itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, ‘Aisyiyah memiliki 100 amal usaha, mulai dari anak usia dini. Selain itu, ‘Aisyiyah juga bergerak di bidang sosial dengan memberikan santunan untuk anak asuh dan mengadakan Gerakan Cinta Anak untuk membantu anak berkembang. Di samping itu, ‘Aisyiyah juga memiliki 8 BIKKSA untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Di bidang ekonomi, PDA Kota Yogyakarta telah mengadakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Rowiyah menjelaskan bahwa Sekolah Wirausaha Aisyiyah telah mengadakan pelatihan sebanyak 17 angkatan, dan para lulusan nantinya akan bergabung dengan Kiswara, wadah untuk para saudagar Aisyiyah.

Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah telah berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi partner yang cocok untuk Muhammadiyah. Bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah berjalan berdampingan menyongsong kemerdekaan dan setelahnya bisa mengisi dengan kontribusi pendidikan dari usia dini hingga universitas.

Siti Zulaiha, Wakil Ketua PWA DIY, juga menambahkan bahwa ‘Aisyiyah bergerak di berbagai lini, baik itu dari level masyarakat kedaerahan, komunitas, atau bahkan keluarga. Semua ini dilakukan untuk mengubah nasib masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah memiliki cita-cita ideal yang selaras dengan tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, untuk mewujudkan qaryah thayyibah dibutuhkan keluarga sakinah, dan dari keluarga sakinah akan terwujud qaryah thayyibah, sehingga terwujud ketahanan nasional.

Zulaiha juga menyebutkan bahwa ‘Aisyiyah telah melakukan banyak kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi, bimbingan spiritual, dan sosial. ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melindungi lebih dari 1000 anak yatim dan duafa setiap bulannya. Dengan demikian, ‘Aisyiyah akan terus menjalankan dakwah keumatan untuk bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.Yogyakarta, Sabtu (24/5), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta mengadakan Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan resepsi ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan dari para kader dan pimpinan, seperti paduan suara dari PCA Kotagede, performance seni tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan seni musik biola dari siswa SD Muhammadiyah Sukonandi.
Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, dalam sambutannya mengaku bangga dan bersyukur atas penyelenggaraan Milad ‘Aisyiyah yang ke-108 ini. Ia menyatakan bahwa Milad ini merupakan momen syukur dan refleksi bagi ‘Aisyiyah yang sudah berusia 108 tahun. Menurutnya, usia yang matang ini tidak lain adalah berkah dan rahmat Allah atas dakwah pencerahan yang dilakukan ‘Aisyiyah, terutama di Kota Yogyakarta.

Rowiyah juga menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah di Yogyakarta telah berkontribusi dalam banyak hal, terutama dalam pembangunan Kota Yogyakarta itu sendiri. Dalam dunia pendidikan, ‘Aisyiyah memiliki 100 amal usaha, mulai dari anak usia dini. Selain itu, ‘Aisyiyah juga bergerak di bidang sosial dengan memberikan santunan untuk anak asuh dan mengadakan Gerakan Cinta Anak untuk membantu anak berkembang. Di samping itu, ‘Aisyiyah juga memiliki 8 BIKKSA untuk menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Di bidang ekonomi, PDA Kota Yogyakarta telah mengadakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Rowiyah menjelaskan bahwa Sekolah Wirausaha Aisyiyah telah mengadakan pelatihan sebanyak 17 angkatan, dan para lulusan nantinya akan bergabung dengan Kiswara, wadah untuk para saudagar Aisyiyah.

Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa ‘Aisyiyah telah menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat. Ia menambahkan bahwa ‘Aisyiyah telah berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjadi partner yang cocok untuk Muhammadiyah. Bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah berjalan berdampingan menyongsong kemerdekaan dan setelahnya bisa mengisi dengan kontribusi pendidikan dari usia dini hingga universitas.

Siti Zulaiha, Wakil Ketua PWA DIY, juga menambahkan bahwa ‘Aisyiyah bergerak di berbagai lini, baik itu dari level masyarakat kedaerahan, komunitas, atau bahkan keluarga. Semua ini dilakukan untuk mengubah nasib masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah memiliki cita-cita ideal yang selaras dengan tema Milad ‘Aisyiyah tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah menuju Ketahanan Nasional”. Menurutnya, untuk mewujudkan qaryah thayyibah dibutuhkan keluarga sakinah, dan dari keluarga sakinah akan terwujud qaryah thayyibah, sehingga terwujud ketahanan nasional.

Zulaiha juga menyebutkan bahwa ‘Aisyiyah telah melakukan banyak kegiatan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi, bimbingan spiritual, dan sosial. ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melindungi lebih dari 1000 anak yatim dan duafa setiap bulannya. Dengan demikian, ‘Aisyiyah akan terus menjalankan dakwah keumatan untuk bangsa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Rabu, 21 Mei 2025

Wujudkan Ketahanan Pangan, ‘Aisyiyah Kembangkan Program Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah


Ketahanan pangan merupakan isu krusial dalam pembangunan, apalagi pada tahun 2022 Indonesia masih berada di peringkat 69 dari 113 negara dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI). Menurut Salmah Orbayinah selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, “Indonesia masih dihadapkan pada problem ketahanan pangan yang disebabkan, antara lain oleh keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, penurunan produktivitas, menurunnya jumlah petani dan kurangnya regenerasi petani, kurangnya pengakuan terhadap perempuan petani, minimnya kesejahteraan petani, ketergantungan impor, kurangnya tenologi pangan, hingga masalah kualitas pangan.” 

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan, imbuh Salmah, menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan mengingat pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karena itu, pada Milad ‘Aisyiyah ke-108 pada 19 Mei 2025 kali ini, ‘Aisyiyah mengusung tema, “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah Menuju Ketahanan Nasional”.

Qaryah Thayyibah yang secara harfiyah berarti desa yang baik atau unggul, lanjut Salmah, merupakan gerakan nasional ‘Aisyiyah untuk mewujudkan desa yang berkemajuan sehingga tercipta masyarakat yang maju, adil, makmur, dan bermartabat. Gerakan Qaryah Thayyibah, jelas Salmah, mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu pangan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, keagamaan, kesejahteraan sosial, hukum, kepemimpinan perempuan, pendidikan politik, hingga lingkungan. 

Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam gerakan Qaryah Thayyibah di komunitas. 

Tema Milad ‘Aisyiyah, menurut Agung Setyawan selaku Bupati Kulon Progo saat menyampaikan sambutannya, mencerminkan kesadaran bahwa kekuatan pangan diawali dari tingkat desa. Ketahanan pangan, tambahnya, bukan hanya soal pertanian tetapi menyangkut kemandirian, keadilan sosial, dan kedaulatan. Ia menyambut baik Gerakan Qaryah Thayyibah sebagai konsep pembangunan holistik sehingga mendukung peran strategis ‘Aisyiyah sebagai agen perubahan yang membangun desa dengan pendekatan pemberdayaan perempuan, partisipasi warga, dan kearifan lokal. 

Salmah menyampaikan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan dilakukan ‘Aisyiyah, antara lain dengan mengembangkan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA). Ia menjelaskan, Gerakan Lumbung Hidup 'Aisyiyah merupakan gerakan untuk memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan yang tersedia yang dikelola secara individu maupun kelompok tuk budidaya tanaman, ternak, dan ikan yang bertujuan untuk menyediakan sumber pangan yang bergizi dan meningkatkan ekonomi keluarga. Saat ini, GLHA telah berkembang di 100 Kabupaten/Kota dan akan terus berkembang hingga tingkat desa. 

Selanjutnya, Tri Hastuti Nur Rochimah selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan bahwa hasil dari lumbung hidup atau lumbung gizi dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga maupun dibagikan kepada kelompok rentan seperti keluarga dengan anak stunting, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta difabel. Tri menambahkan, ‘Aisyiyah juga melakukan pemberdayaan perempuan petani, perempuan peternak, dan perempuan nelayan di komunitas karena memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan yang bergizi untuk mewujudkan ketahanan pangan di komunitas. 

Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 kali ini diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo pada 19 Mei 2025 baik secara luring yang diihadiri 1000 peserta maupun daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta dari pimpinan ‘Aisyiyah di berbagai wilayah atau provinsi dan daerah atau kabupaten kota se Indonesia. Pemilihan lokasi Milad tersebut terkait dengan keberadaan Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah Bangun yang mengembangkan Gerakan Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono. Selanjutnya Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melakukan penandatanganan MOU dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Saat menyampaikan sambutan, Ferry menyampaikan, “Nafas dan semangat ‘Aisyiyah terkait Qaryah Thayyibah ini selaras dengan program pemerintah. Negara harus terlibat memberikan solusi aktif di masyarakat dengan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Selama ini, banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online maupun rentenir sehingga keberadaan koperasi di desa diharapkan dapat mengurangi jeratan dan mensejahterakan masyarakat.” 

Selama ini, tambahnya, negara kurang hadir sehingga mekanisme pasar justru mendominasi yang berdampak pada minimnya kesejahteraan masyarakat. Melalui keberadaan koperasi di 80.0000 desa dan kelurahan, ungkap Ferry, dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga. Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan koperasi antara lain simpan pinjam karena banyak warga yang terjerat pinjaman rentenir maupun online yang berbunga tinggi dan merugikan. 

Selain itu, kegiatan koperasi juga dapat mencakup apotik dan klinik desa untuk mempermudah akses kesehatan warga; toko gerai untuk menyediakan kebutuhan logistik warga; agen LPG; hingga gudang untuk mendukung sarana input pertanian; dan penyediaan truk untuk mobilitas barang dari desa. Ferry berharap, nantinya Kementerian Koperasi RI dapat bersinergi dengan ‘Aisyiyah dalam pengembangan koperasi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

 


Sabtu, 03 Mei 2025

SAH, Pengembangan BTM Di Bawah Koordinasi LP - UMKM PP MUHAMMADIYAH

 


Jakarta, (2/Mei/2025) Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas terbitnya Keputusan Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah Nomor 206/KEP/I.0/B/2025 tentang kedudukan kelembagaan BTM. Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah; Dr. H Agung Danarto, M.Ag serta Sekertaris; Muhammad Sayuti M.Pd. M.Ed, Ph.D pada tanggal 16 April 2025, menyebutkan,  untuk menghindari dualisme struktural dan tumpang tindih program antar majelis dan lembaga perlu penegasan kedudukan kelembagaan BTM. PP Muhammadiyah dalam surat keputusan itu memutuskan, pertama  BTM secara kelembagaan di bawah pembinaan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP - UMKM) PP Muhammadiyah. Kedua menginstruksikan kepada Biro Pengembang Organisasi (BPO) PP Muhammadiyah untuk menyusun PP Muhammadiyah tentang BTM sebagai tindak lanjut keputusan itu.

"Dengan adanya keputusan PP Muhammadiyah ini sangat jelas sekali mampu memberikan kepercayaan diri kepada para pengelola dan pengurus jaringan BTM se Indonesia tentang kedudukan serta posisioning BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah,  "ucap Ketua Induk BTM; Drs Achmad Su'ud, M.Si dalam keterangannya yang dibagikan ke berbagai awak media.

Surat keputusan itu, diakui oleh Su'ud sempat menjadi penantian panjang para pegiat BTM pasca Muktamar ke - 48 di Surakarta - Jawa Tengah tahun 2022, di mana sudah tidak ada lagi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) sebagai insitusi koordinasi dalam pengembangan BTM. Sementara Induk BTM berserta jaringan BTM  lagi gencar - gencarnya dalam mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu PDM satu BTM di berbagai penjuru Tanah Air, sebagai amanah Surat Edaran  No. 004/I.8/G/2017 MEK PP Muhammadiyah. Dengan demikian munculnya regulasi baru yang diterbitkan langsung PP Muhammadiyah memberikan semangat dan angin segar bagi GMM untuk terus berkembang, sekaligus sebagai momentum bagi jaringan BTM untuk  menata diri menjadi lebih tertib dalam  barisan atau shof yg lebih rapi. Sebagaimana dinyatakan dalam 7 rekomendasi di Muhammadiyah Microfinance Summit III yang diselenggarakan di Kaliurang - Yogyakarta 2024  tahun kemarin," terangnya. 

Kemudian secara terpisah, Wakil Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah; Syafrudin Anhar, mengungkapkan, LP - UMKM. merupakan satu lembaga baru dalam numenklatur Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) pada struktur organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebagai lembaga baru, LP UMKM secara kelembagaan dan program adalah pemisahan dari Majelis Ekonomi dan Bisnis (dahulu Majelis Ekonomi dan Kewiraswastaan). Pemisahan inilah yang menyebabkan adanya kegamangan bahkan kegelisahan akan keberlangsungan gerakan keuangan mikro dikalangan aktivis dan warga Persyarikatan yang selama ini digerakan melalui atau dengan nama Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM).

Bukan Persyarikatan Muhammadiyah jika tak tertib konstitusi dan administrasi, kata Syafrudin, maka melalui proses sidang Tanwir di Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT)  secara kelembagaan dan program numenklatur LP UMKM menjadi jelas dan tegas disebutkan dalam tanfiz keputusan Tanwir Muhammadiyah di Kota Kupang NTT.

Maka setelah sidang Tanwir itu, di salah satu sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memutuskan mengenai kedudukan dan keberadaan BTM. Melalui suatu surat keputusan PP Muhammadiyah Nomor 206/KEP/I.0/B/2025 tentang Kedudukan Kelembagaan  BTM, yang menetapkan secara resmi bahwa pembinaan BTM berada dibawah pembinaan dan koordinasi LP UMKM. "Sebagaimana yang terumuskan dalam program bidang UMKM hasil keputusan sidang Tanwir Muhammadiyah di Kota Kupang," jelas Syafrudin.

Kamis, 01 Mei 2025

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta “Digdaya Ngadhepi Bancono”,



Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Panitia HKB DIY 2025 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Plan Indonesia, Kwarda DIY, PMI DIY, YEU, ASB, MDMC, ORARI, KARINAKAS, dan berbagai pihak lainnya, menyelenggarakan serangkaian kegiatan HKB Tahun 2025 yang secara nasional bertema " Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat".

Peringatan HKBN di DIY tahun ini merumuskan sub-tema “Digdaya Ngadhepi Bancono”, yang mencerminkan semangat seluruh elemen masyarakat DIY yang tangguh dan berdaya dalam menghadapi bencana, dengan mengedepankan gotong royong, kolaborasi, ilmu pengetahuan, teknologi, serta kearifan budaya lokal sebagai fondasi ketangguhan daerah. Kegiatan puncak dilaksanakan pada tanggal 30 April 2025 di Gedung Utama Universitas Ahmad Dahlan, Kampus 4 Ring Road Selatan.

Serangkaian Kegiatan HKB 2025 di DIY meliputi:

Simulasi Serentak di seluruh kantor pemerintah, sekolah, dan dunia usaha di DIY pada 25 April 2025.

Serial Podcast tentang kesiapsiagaan masyarakat dan pendataan kebutuhan penyandang disabilitas saat darurat.

Mini Exhibition produk dan hasil inovasi pengurangan risiko bencana.

Sharing Session bertema aksi merespon peringatan dini yang inklusif, dengan diskusi kelompok seputar perubahan iklim, WASH, SPAB, perlindungan kelompok rentan, serta kolaborasi sektor kesehatan dalam kebencanaan.

Donor Darah yang diselenggarakan bekerja sama dengan PMI DIY.

Special Event Station (SES) komunikasi darurat oleh ORARI se-Nusantara.

Seminar Nasional bertajuk "Digdaya Ngadepi Bencana" dengan narasumber GKR Mangkubumi, Rektor UAD, dan Direktur Plan Indonesia.

Dalam acara puncak, juga dilaksanakan penyerahan penghargaan dari Gubernur DIY kepada lembaga dan individu yang berkontribusi dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di DIY.

Melalui peringatan ini, diharapkan tercipta sinergi antar pihak untuk memperkuat budaya sadar bencana, meningkatkan edukasi dan kapasitas masyarakat, serta mendorong aksi nyata dalam pengurangan risiko bencana.




 


Minggu, 27 April 2025

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo Gelar Kegiatan Tabligh Akbar , Halal bi Halal dan Mangayubagya Jamaah Haji 1446 H


Yogyakarta 27 April 2025 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo Gelar Kegiatan Tabligh Akbar , Halal bi Halal dan mangayubagya jamaah haji 1446 H dari keluarga besar muhammadiyah umbulharjo yang mana kegiatan ini di laksanakan di aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Kegiatan ini melibatkan seluruh pimpinan Muhammadiyah Aisyiyah tingkat cabang maupun ranting di wilayah umbulharjo, kita mengundang seluruh kepala TK sekolah sekolah SD SMP SMA SMK Muhammadiyah Umbulharjo dan juga takmir takmir masjid dengan Nadzir milik Muhammadiyah. Tahun ini juga mengundang ikatan pelajar muhammadiyah IPM yang ada di sekolah sekolah smp sma smk milik muhammadiyah dan  juga seluruh ortom yang ada seperti angkatan muda Muhammadiyah nasyiatul Aisyiyah yang ada di Umbulharjo ini  Jelas  Safroni ketua pimpinan cabang muhammadiyah umbulharjo.

safroni juga mengatakan tujuan di adakannya kegiatan ini yang pertama menjaga silaturahim sesama anggota muhammadiyah di lingkungan umbulharjo, kemudian saat ini juga masih momentum bulan Syawal maka diadakan halal bihalal dalam rangka untuk saling memaafkan diantara kesemuanya baik pribadi maupun secara kelembagaan organisasi. Selain itu kegiatan ini juga untuk mangayubagya keberangkatan jemaah haji tahun 1446 H yang ada di umbulharjo meskipun yang hadir pada kesempatan ini masih belum keseluruhan karena terdapat kendala sehingga tidak bisa secara maksimal. ini kan tidak semua jamaah umbulharjo ikut KBIH Aisyiyah, di samping memang pada hari ini juga ternyata masih ada manasik haji tambahnya. Lebih lanjut dengan adanya kegiatan ini Safroni berharap semakin memperkokoh memperteguh komitmen dari Muhammadiyah untuk kemudian saling berkolaborasi Saling bantu membantu bahu membahu sehingga Muhammadiyah umbulharjo semakin Solid semakin berkembang maju dan bersama-sama menggerakan seluruh jamaah untuk kembali menjadi warga Muhammadiyah 

untuk jemaah Haji Umbulharjo safroni berpesan agar mereka senantiasa menjaga kesehatan menjaga kekompakan jangan sampai di sana Ada yang sakit, jangan sampai pula disana kemudian ada yang tidak akur dan sebagainya karena itu akan mengganggu kekhusyukan dan kemabruran dari Haji mereka.

kita berharap semoga mereka senantiasa diberikan keamanan diberikan kesehatan kelancaran kemudahan dan kemudian masih bisa kembali lagi dalam kondisi yang sehat walafiat dan menjadi haji yang mabrur, semua rukun haji dapat mereka kerjakan semuanya dengan sebaik-baiknya dan harapan kami juga mereka tidak lupa untuk senantiasa mendoakan kita kita yang ada di tanah air ini wabil khusus kepada organisasi Muhammadiyah di Umbulharjo sehingga semakin berkembang semakin kokoh semakin kuat dan senantiasa bermanfaat bagi seluruh umat tambahnya.


Kamis, 17 April 2025

TRANSFORMASI DIGITAL, BTM AMMAN MAGELANG LAUNCHING BTM AMMAN LINK ; INOVASI KEUANGAN SYARIAH YANG INKLUSIF



YOGYAKARTA (17/25) – Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Amman Magelang launching BTM Amman Link yang bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah. Program yang pertama kalinya di inisisasi oelh BTM Amman Magelang ini sebagai Upaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk lebih inklusi dan dekat kepada para anggotanya yang merupakan ekosistem persyarikatan muhammadiyah. Peluncuran BTM Amman Link ini di lakukan secara simbolis oleh ketua BTM Amman Magelnag H.M Nasiruddin, M.A Bersama Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Eko Pujiatmoko, S.E., M.Ak. 
Berdasar  Amanah dari Muktamar Muhammadiyah di Surakarta salah satu program prioritasnya ialah reformasi organisasi dan digitalisasi maka peluncuran BTM Amman Link ini mempertegas peran btm amman magelang sebagai pusat keuangan Muhammadiyah.  “Peluncuran BTM Amman Link yang bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah ini sebagai ikhtiar sesuai Amanah Muktamar Muhammadiyah di Surakarta. Karena kita mengelola Amanah dari umat, sehingga mau tidak mau harus transparan. Seberapapun hak konsumen, hak anggota, hak orang lain yang ada di BTM Amman, juga harus dipertanggung jawabkan.”ujarnya 
Dalam nuansa pra rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2024 ini, Nasiruddin, M.A mengingat Kembali adanya BTM Amman Magelang taklepas dari perjuangan aktivis muhammadiyah di magelang. Di usia 25 tahun BTM Amman Magelang ini, terus betumbuh, berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan memberikan manfaat bagi umat. “harapan kita kedepan terus growing, berkembang, bertumbuh sesuai dengan perkembangan yang ada, yang akhirnya dapat terus berjalan sesuai visinya menjadi pusat keuangan syariah muhammadiyah di magelang”ungkapnya
Sementara itu, Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM Jateng, Eko Pujiatmoko di waktu yang sama mengapresiasi peluncuran BTM AMMAN Link yang bertujuan untuk menguatkan inklusivitas keuangan syariah. “produk baru dari BTM Amman yang bekerjasama dengan Bank Jateng ini dapat menjadi Langkah awal untuk menuju transformasi digital, sehingga anggota akan lebih mudah dalam melakukan transaksi. Dan tentunya dapat diikuti oleh BTM-BTM lainnya secara nasional”katanya
Dukungan dari Bank Jateng Syariah yang disampaikan oleh Slamet Sulistiono, untuk program Laku Pandai yang telah dilakukan sebelumnya oleh Bank Jateng Syariah. Menurutnya, Gerakan ekonomi umat yang dilakukan secara Bersama-sama akan memiliki dampak besar dan dapat mendorong perputaran roda ekonomi umat “memberikan sebuah keyakinan bagi masyarakat yang mungkin saja hari ini belum menjadi nasabah BTM Amman berikutnya berbondong-bondong menjadi nasabah dengan menggunakan layanan fitur yang memudahkan mereka”ungkapnya


Selasa, 25 Februari 2025

RAT KSPPS BTM Pekalongan, Anwar Abbas; Harus Hijrah ke Enterpreneur Mentality agar BTM Terus Maju dan Bersinar.

 


Pekalongan -  KSPPS BTM Pekalongan menggelar Rapat Anggota Tahunan 9 tahun buku 2024 pada Minggu (23/2) yang berlokasi di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekalongan. RAT KSPPS BTM Pekalongan dihadiri ratusan anggota dan pengurus untuk mendengar laporan pertanggungjawaban pada tahun 2024 dan menyongsong rencana-rencana bisnis kedepan.

RAT diawali dengan penagjian iftitah oleh wakil ketua PDM Kabupaten Pemalang sekaligus dewan pengawas Syariah BTM Pekalongan Drs. H. Amat Sulaiman. Dalam menjalankan KSPPS BTM Pekalongan ini dapat berlaku jujur, agar apa yang dilakukan dapat menebar kebaikan dan mendapatkan manfaat. merujuk pada surat ta-taubah ayat 11 tentang ketaqwaan kepada Allah SWT dan orang-orang jujur. Amat berpesan kepada sebagai pengurus, pengawas maupun sebagai anggota KSPPS BTM Pekalongan dapat berlaku jujur didalam menajalankan Amanah ini.

“Makna dari surat At-Taubah ayat 11 tersebut selain mengatakan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Juga menjadi orang jujur, jujur dalam berusaha, jujur dalam melakukan pelayanan, jujur terhadap diri sendiri lebih-lebih jujur kepada ALLAH SWT. Mari kita jujur baik insyALLAH meraih ridho allah swt.  Jujur mendapatkan kebaikan”ungkapnya

RAT dibuka secara langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Anwar Abbas. 

Ketua pengurus KSPPS BTM Pekalongan Drs. H. Ahmad Su’ud, M.Si. mengatakan pada sambutannya, Meenghadapi perubahan regulasi koperasi dari kementrian koperasi, KSPPS BTM Pekalongan berusaha untuk melakukan adaptasi guna menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi baik secara bisnis maupun kelembagaan. Sebagai AUM yang bergerak di bidang ekonomi, kspps bertekad agar keberadaanya dapat dirasakan manfaatnya serta mampu membantu para anggotanya khususnya kalangan menengah kebawah.

“KSPPS BTM Pekalongan saat ini berusia 29 tahun, kehadirannya diusahakan menjadi AUM unggulan yang mampu menempatkan diri sebagai Lembaga keuangan dan mediator keuangan yang berfungsi secara optimal.”ungkapnya

Sebagai mitra strategis dan partner potensial UMKM maupun Lembaga lain, KSPPS BTM Pekalongan membuka diri secara luas untuk melakukan Kerjasama dengan berbagai pihak, agar kehadiran BTM Pekalongan dapat memberikan manfaat bagi sesama. 

Pengawas Pusat BTM Jawa Tengah Teguh Rimbawan, S.E., M.Kn  mengatakan Sepanjang tahun 2024 koperasi yang bergerak pada pelayanan jas keuangan Syariah banyak mengalami dinamika yang kompleks seperti gagal bayar. BTM dapat melakukan berbagai cara untuk terhindar dari masalah tersebut, dengan melakukan berbagai cara. Pertama Tenguh menyampaikan BTM harus menghindari terjadinya Fraud, yang merupakan malapetaka awal kehancuran. Untuk menghindari terjadinya fraud harus mendeteksi dini dengan menerapkan secara konsisten system operasi dan prosedur. Kedua terapkan system operasi dan pengawasan dengan ketat supaya BTM berjalan baik dan benar. “Munculnya berbagai persoalan dalam pengelolaan LKMS tidak lepas dari system operasi manajemen dan absennya mekanisme pengawasan dan system pengendalian internal, pengawasan yang seharusnya sebagai alat kontrol sering kali diabaikan.”katanya

Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah di wakili oleh Kepala Balatkop UKM Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo AP, M.Si pada sambutanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya RAT BTM Pekalongan yang merupakan mekanisme konstitusional tertinggi yang ada di koperasi Indonesia, forum penentuan arah garis beras pengelolaan koperasi kedepan. “adanya kesiapan yang matang dari KSPPS BTM pekalongan untuk menyelenggarakan RAT ini, ditandai dengan adanya Buku Laporan yang lengkap, rapi, dan penyajian yang apik dan juga menandakan BTM Pekalongan sebagai penyelenggara pengelolaan keuangan Syariah yang modern”ungkapnya

Selanjutnya Dwi Silo Raharjo mengungkapkan dari laporan BTM Pekalongan melaksanakan kinerja yang luar biasa. “semua tumbuh 2 digit. Tidak banyak koperasi di jawa tengah ini yang tumbuh dengan 2 digit. Artinya 10,2 keatas. Pertumbuhan anggota 28,59 % menjadi 33 ribu anggota, harus dikelola dengan lebih pruden. Bagimana kita bisa menidentifikasi, mengenal anggota sehingga penyaluran dana kita lebih pruden”ungkapnya

RAT KSPPS BTM Pekalongan 9 tahun buku 2024 dibuka secara langsung oleh Ketua PDM Kab. Pekalongan Drs. H. Mulyono. Dalam mengelola BTM Pekalongan yang merupakan Asset umat dibawah nanungan Muhammadiyah Harus mengedepankan profesionalitas. “insyaAllAh jika profesionalitas yang dikedepankan kita akan selamat. Islam sangat konsen tentang profesionalitas. Menepati hak dan kewajiban.”

Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. Ahmad Abbas, MM., M.Ag dalam keynote speech yang disampaikan, anwar menegaskan dengan ditancapkannya pilar ketiga yakni ekonomi dan bisnis, pada muktamar Muhammadiyah ke-47 di makasar wajah Muhammadiyah tidak hanya lagi dipandang pada bidang sosial, dan Pendidikan, tetapi juga komplek industry. Muhammadiyah harus hadir pada kebijakan ekonomi strategis. Anwar menyoroti 3 program unggulan yang dijalankan oleh PWM Jawa Tengah yakni Teknologi, industrialisasi, dan mitigasi, artinya kita harus menguasai IT. “Suatu negara dikatakan maju atau tidak maju sejauh mana negara tersebut menguasai Teknologi. Karena dengan teknologi kita bisa menigkatkan produktifitas harus menguasi teknologi.”ungkapnya

besarnya jumlah pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Indonesia, tak sebanding dengan dana yang dikucurkan dari pemerintah untuk mensejahterakan mereka. Menurut anwar, Negara perlu hadir untuk memikirkan nasib pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Disinilah peran Lembaga keuangan mikro Syariah, memikirkan dan memperhatikan usaha mikro dan ultramikro dalam rangka memakmurkan semua.

“untuk itu disinilah saya berterimakasih kepada yang mengurusi Lembaga keuangan mikro Syariah, seandainya LKMS tidak memikirkan usaha mikro dan ultra mikro siapa lagi. bisa-bisa mereka terjerat pinjol.” Ungkapnya

Terakhir anwar menegaskan kita harus hijrah untuk terus maju dan bersinar. Hijrah dari Employee mentality ke entrepreneur mentality, yang melihat peluang terlebih dahulu daripada resiko.

“kalau kita tetap menjadi employee pendapatan kita ditakar orang, kalau kita menjadi enterpreneu pendapat orang lain yang kita takar. Jika kita salah memilih jalan maka organisasi kita akan bermasalah, tapi jika kita benar memilih jalan maka negeri dan organisasi kita akan maju” tegasnya

Buka RAT BTM Pemalang, Anwar Abbas ; Usaha dan Ekonomi maju Perlu mentality Enterpreneur yang kuat


Pemalang, Jawa Tengah – Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (KLKMS) Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Pemalang menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan ke-8 pada Sabtu (22/2) yang bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Pemalang. RAT KLKMS BTM Pemalang ini dibuka secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag. Anwar Abbas mengapresiasi BTM Pemalang karena menjadi BTM terbaik se-Indonesia. Namun, kondisi ekonomi umat manusia saat ini belum berada pada posisi yang memuaskan sehingga perlu usaha lebih keras lagi. anwar menegaskan Muhammadiyah perlu hadir di bidang ekonomi-ekonomi strategis. Hematnya pilar ekonomi Muhammadiyah bisa tegak dan mendominasi dapat direalisasikan pada tahun 2040 atau 2050.

Prediksi tersebut tidak berlebihan, sebab Muhammadiyah memiliki potensi ke arah itu. Potensi tersebut di antaranya adalah jumlah warga, dan umat Islam yang menjadi pasar besar serta belum banyak disentuh oleh produk-produk yang berasal dari internal umat Islam itu sendiri.

“Kalau kita ingin maju dalam bidang ekonomi dan bisnis itu tidak dapat tidak, supaya usaha kita itu maju harus ditopang oleh mentality. Mentality yang dibutuhkan dalam usaha ekonomi dan bisnis adalah entrepreneur mentality,” ungkapnya.

Firdaus Ma’arif Ketua Koperasi LKMS BTM Pemalang mengatakan sinergitas yang dibangun oleh BTM kepada seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bahkan Unsur pembantu pimpinan (UPP) terus dilakukan dengan melibatkan semua unsur dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan BTM. Salah satunya dengan melibatkan amal usaha Muhammadiyah (aum) dan pimpinan cabang ‘Aisyiyah dalam acara RAT kali ini.

Ketua PDM Pemalang Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd pada pengajian iftitah mengatakan ada 3 program unggulan yang digulirkan sebagai upaya implementasi dalam menjalankan roda persyarikatan di Kabupaten Pemalang, pertama Ideologisasi, kedua Industrialisasi, dan ketiga Mitigasi yang erat kaitanya dengan keberlangsungan BTM dan peningkatan ekonomi umat. Sebab menjalankan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) perlu ada spirit ketaqwaan dan nilai-nilai kebenaran yang merujuk pada QS An-Nisa ayat 9.

“dalam QS An-Nisa ayat 9 ada 2, bertaqwalah kepada Allah dengan Kajian-kajian islam dan pengajian- pengajian di BTM. Bertutur kata yang baik, diimplementasikan pada rapat-rapat pengurus dan pengelola, evaluasi berkala dan Baitul arqom”katanya

Drs. H. Sakhowi, ME Ketua Pusat BTM Jawa Tengah berpesan kepada pengelola untuk menjaga kepercayaan yang dititipkan oleh umat kepada BTM Pemalang. Lebih dari itu, Sakhowi menegaskan jangan sampai ada Fraud yang menguntungkan dirinya sendiri, dan merugikan orang lain.

“jangan sampai ada fraud di tingkat pengurus maupun pengelola. mudah-mudahan kinerja di tahun 2024 yang baik ini bisa dilanjutkan ke tahun-tahun berikutnya.”

 

 


Jumat, 17 Januari 2025

Hadir di Tanwir ‘Aisyiyah, Menag Sampaikan Dukungan Terhadap Penguatan Pemberdayaan Perempuan


JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga dan bangsa.  Hal tersebut disampaikan dalam acara Seminar Tanwir I Aisyiyah dengan tema “Ketahanan Keluarga” pada Kamis (16/1). Dalam kesempatan tersebut Menag turut menyoroti peran perempuan dalam menciptakan generasi berkualitas serta mendorong kesetaraan gender di Indonesia. Menag mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan harus menjadi prioritas utama.  "Tidak akan ada ketahanan keluarga tanpa pemberdayaan perempuan. Tidak ada ketahanan nasional tanpa kekuatan perempuan. Generasi yang baik hanya bisa lahir dari perempuan yang diberdayakan," tegas Nasaruddin. Menag juga menyoroti bahwa ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan menjadi akar dari berbagai masalah sosial, termasuk kekerasan seksual. Dalam sosiologi, relasi kuasa merujuk pada dominasi kekuatan satu pihak terhadap pihak lain.  Relasi kuasa yang timpang, ungkap Menag, disebabkan karena legitimasi penafsiran agama dan budaya masyarakat yang patriarkhis. "Allah memberikan kekuatan kepada laki-laki dan perempuan secara seimbang, tetapi budaya patriarki mengalihkan kekuatan perempuan kepada laki-laki, sehingga terjadi ketimpangan yang memicu patologi sosial," ujarnya. 

Relasi kuasa, imbuhnya, harus digugat dan diprotes. Hal tersebut bisa dilakukan dengan meninjau kembali penafsiran yang timpang. Menag yang juga menulis buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran ini menekankan pentingnya reinterpretasi terhadap pemahaman agama, khususnya fikih perempuan, untuk menghapus tafsir-tafsir yang bias gender. Relasi kuasa juga dapat menyebabkan problem perceraian. Menag menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia. Pada tahun 2023, 40% perceraian terjadi dalam lima tahun pertama pernikahan, dengan 80% kasus cerai gugat berasal dari kota besar. Ia mengingatkan pentingnya menguatkan ketahanan keluarga dengan relasi yang adil. Pasalnya, problem perceraian rentan melahirkan orang miskin baru, terutama perempuan dan anak karena kebanyakan perempuan yang akhirnya menanggung nafkah keluarga. Maka dari itu, Kementerian Agama telah meluncurkan berbagai program seperti perencanaan perkawinan, keluarga sehat, peningkatan ekonomi keluarga, dan generasi berkualitas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, dan BKKBN. Nasaruddin juga menyerukan penyesuaian regulasi agar kebijakan yang ada tidak merugikan Perempuan tetapi mendukung pemberdayaan perempuan.Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengajak para perempuan ‘Aisyiyah untuk menjadi pelopor perubahan, tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga aksi nyata di masyarakat. Di akhir paparan, Nasaruddin mengajak ‘Aisyiyah untuk menjalin kerja sama formal dengan Kementerian Agama dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia. Ia berharap inisiatif ini dapat menciptakan perubahan signifikan dalam tiga tahun mendatang, khususnya dalam menyeimbangkan relasi kuasa dan mendorong regulasi yang berpihak pada perempuan.


Larang Impor Beras Hingga Jagung, Zulhas Ajak 'Aisyiyah Wujudkan Kedaulatan dan Swasembada Pangan


JAKARTA - Dalam Sidang Tanwir I 'Aisyiyah, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan menyampaikan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan, memberi makan orang miskin, memberi makan bergizi anak sekolah adalah hak dasar. Oleh karena itu Zulkifli dan kementeriannya akan memberikan dukungan yang terbaik untuk mewujudkannya.
Akan tetapi pekerjaan ini disebutnya bukan hal yang mudah. Zulhas menyebut bahwa dahulu 65% tenaga kerja adalah dari pertanian, hampir separuh sektor pertanian jadi andalan selain sektor perikanan. 
"Akan tetapi saat ini terjadi perubahan penting yang sangat mendasar, para petani dulu punya kebun dan sawah karena hasilnya lumayan. Tetapi hari ini 80% petani sudah berubah jadi buruh tani karena dia tidak punya lahan, tidak punya kebun," ucapnya dalam Seminar Tanwir I ‘Aisyiyah pada Kamis (16/1) di Hotel Tavia Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengajak para penggerak 'Aisyiyah untuk turut aktif dalam isu pangan dan mewujudkan cita-cita tersebut. Hingga kini, lanjut Zulhas para petani termasuk kelompok masyarakat miskin perlu diberikan bantuan hingga tergantung dengan bantuan. Kondisi ini disebutnya membuat Indonesia semakin jauh dari cita-cita Indonesia merdeka. 
Terkait cita-cita Indonesia merdeka, Zulhas juga menyampaikan keprihatinannya bahwa bahan pangan seperti tahu, tempe yang menjadi makanan masyarakat Indonesia berbahan kedelai saat ini dikuasai oleh satu orang. "Di mana yang namanya kedaulatan? Kalau kita makan saja tergantung pada satu orang. Itu baru soal makan, belum yang terkait ekonomi, teknologi, dan lain-lain, inilah yang akan kita upayakan," ujarnya.
Oleh karena itu sebagai Menko, Zulhas menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengoptimalisasikan dan membangun program yang mampu mengatasi masalah swasembada pangan. Ia pun menyebutkan salah satunya terkait pupuk. Zulhas menyampaikan jalur distribusi pupuk yang dulu terlalu berbelit sehingga menyulitkan petani untuk mendapatkan kini telah dipangkas agar lebih cepat diakses petani. 
Selain itu Zulhas juga menyampaikan bahwa pihaknya di tahun ini sudah melarang impor beras, melarang impor jagung, melarang impor gula, dan melarang impor garam sebagai komoditas pangan yang penting. Ia berharap kebijakan tersebut dapat mewujudkan cita-cita Indonesia untuk melakukan swasembada pangan karena Indonesia sangat potensial untuk melakukan itu. 
Berkaitan dengan program makan bergizi gratis, Zulhas melihat pentingnya meningkatkan kemampuan penyediaan bahan pangan, mulai beras, sayur, hingga protein hewani untuk kepentingan program Makan Bergizi Gratis. Ia pun mengajak ‘Aisyiyah untuk terlibat secara aktif dalam mengusahakan swasembada pangan.

Rabu, 15 Januari 2025

'Aisyiyah Bergerak Wujudkan Masyarakat Berkeadilan


Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah menegaskan bahwa ‘Aisyiyah dari sejak berdiri hingga sekarang tetap berkomitmen untuk terus menebar manfaat bagi seluruh masyarakat , umat, bangsa dan negara di seluruh aspek kehidupan.  “Kini ‘Aisyiyah terus melakukan penguatan dan memperluas dakwah gerakan di semua tingkatan dan lapisan sehingga menjadikan Aisyiyah semakin kuat, unggul dan berkemajuan. Kekuatan 'Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muslim berkemajuan harus kita gerakkan secara lebih optimal sehingga dapat berkontribusi dalam memecahkan berbagai permasalahan kemanusian semesta maupun kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk diantaranya  usaha mewujudkan keadilan bagi semua,”jelas Salmah saat menyampaikan Pidato Iftitah Pembukaan Tanwir I ‘Aisyiyah pada Rabu (15/1) di Jakarta. Salmah menuturkan bahwa keluarga merupakan satuan terkecil masyarakat yang berfungsi sebagai tonggak kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Institusi keluarga merupakan madrasah untuk melahirkan dan menumbuhkan manusia yang berkualitas utama yaitu manusia yang bertakwa dan berkemajuan. “Ketahanan Keluarga adalah kondisi dinamik keluarga dalam mengelola sumber daya fisik maupun non fisik dan mengelola masalah yang dihadapi, untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan tangguh sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu ketahanan keluarga menjadi isu penting bagi ‘Aisyiyah dalam mendukung keberhasilan cita-cita Indonesia untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045,”tegas Salmah.

Salmah menegaskan bahwa pola pengasuhan keluarga dengan mendasarkan pada nilai-nilai utama seperti keadilan, kejujuran, kerja keras, menghargai perbedaan, cinta damai, mencintai lingkungan,mencintai tanah air dan berjiwa entrepreneur merupakan salah satu kunci dalam menguatkan ketahanan keluarga menuju ketahanan nasional. Berdasar hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) pada tahun 2024 menunjukkan 1 dari 4 perempuan usia 15 – 64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dari pasangan dan/atau selain pasangan selama hidupnya.Salmah menjelaskan masyarakat yang berkeadilan adalah langkah selanjutnya setelah penguatan nilai di dalam keluarga. Salah satunya adalah mewujudkan masyarakat yang adil dalam perekonomian dan pangan. ‘Aisyiyah percaya bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam hal penguatan ekonomi dan juga membangun kedaulatan pangan. Hal ini dikarenakan perannya cukup besar dalam mengelola lahan pertanian, merawat tanaman sampai kepada tanggung jawab ketersediaan pangan keluarga. “Oleh karena itu menjadikan perempuan sebagai agen-agen potensial dalam membangun kedaulatan pangan sangat penting dengan dukungan penuh dari pemerintah termasuk budaya menanam pangan lokal, gerakan menanam di rumah, gerakan membeli produk pangan lokal adalah langkah-langkah strategis yang penting untuk dilaksanakan secara serius. Menjaga kedaulatan pangan berarti membuka akses ekonomi bagi perempuan dan kelompok marginal untuk meningkatkan dan menguatkan ekonominya sebagai pemenuhan hak dasar mereka,”papar Salmah. Salmah juga mengatakan bahwa keadilan dalam kehidupan bernegara juga harus terus ditegakkan seiring dengan penegakan keadilan dalam keluarga dan masyarakat. Terlebih, Indonesia menetapkan dirinya sebagai negara hukum dimana UUD 1945 menjadi dasar bagi seluruh aturan yang ada. “Sayangnya masih banyak persoalan terkait hukum yang terjadi khususnya dalam upaya penegakan hukum dan memperoleh keadilan. Langkanya keadilan dan penegakan hukum yang benar sesungguhnya merupakan sebuah ancaman bagi masa depan bangsa itu sendiri. Dalam bidang hukum, ‘Aisyiyah melakukan kerja-kerja pendampingan melalui POSBAKUM untuk memastikan masyarakat miskin dan marginal mendapatkan haknya dalam perlindungan hukum dan keadilan,”tutur Salmah. Guna mewujudkan keadilan, bagi Salmah juga harus dikuatkan dalam peran-peran dalam berbangsa. Tidak hanya berperan dalam merebut kemerdekaan, tetapi ‘Aisyiyah juga menunjukkan komitmennya untuk mengisi kemerdekaan ini dengan penguatan kebangsaan dari berbagai bidang. 

Mulai dari bidang pendidikan, ‘Aisyiyah sebagai pemula pendidikan anak usia dini di Indonesia terus menguatkan langkahnya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan juga pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak bangsa, mulai dari PAUD hingga ke Perguruan Tinggi. Dalam bidang kesehatan, bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah juga mendirikan layanan kesehatan di berbagai lokasi yang bahkan belum terjangkau oleh pemerintah. ‘Aisyiyah percaya bahwa meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang berkeadilan adalah mudahnya akses layanan kesehatan untuk semua masyarakat tanpa terkecuali dengan standar pelayanan yang berkualitas. “Dalam bidang Tabligh, ‘Aisyiyah mensyiarkan nilai-nilai keadilan dan keagamaan dengan dakwah yang santun dan ramah. Bahwa agama hadir membawa keadilan,  kedamaian dan membawa maslahat bagi seluruh alam,”imbuh Salmah. Melalui momen Tanwir ini, Salmah mengajak kader-kader ‘Aisyiyah dalam mempertegas dan memperkuat komitmen serta kontribusi ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban bangsa dilaksanakan melaui berbagai bidang kehidupan baik bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, hukum, dakwah pemberdayaan masyarakat yang digerakkan melalui penguatan masyarakat di tingkat komunitas maupun melalui Amal Usaha ‘Aisyiyah di berbagai bidang yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Berkeadilan.


Selasa, 14 Januari 2025

Komitmen ‘Aisyiyah Menghadirkan Pendidikan Inklusif


JAKARTA- Tanwir I ‘Aisyiyah akan digelar pada 15-17 Januari 2025 di di Hotel Tavia Heritage, Jakarta diikuti oleh 350 peserta dari Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah, dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah. Adapun Pimpinan Cabang Istimewa 'Aisyiyah di luar negeri akan mengikuti secara online melalui Zoom. Tanwir 'Aisyiyah merupakan forum permusyawaratan tertinggi di bawah  Muktamar untuk melakukan penguatan, konsolidasi gerakan, dan refleksi atas perjalanan ‘Aisyiyah pasca Muktamar ke-48 tahun 2022 lalu di Surakarta. Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menjelaskan tema Tanwir I ‘Aisyiyah kali ini ialah “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju Indonesia Berkeadilan”. Salmah menjelaskan, tema Tanwir I ini sangatlah relevan dengan situasi Indonesia saat ini. Masih terdapat ketimpangan di tengah masyarakat yang terlihat dari problem kemiskinan, belum terpenuhinya akses layanan dasar terutama pada kelompok rentan dan marjinal, hingga masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. “‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan yang peduli pada isu perempuan, anak, dan kelompok marjinal melihat bahwa ketimpangan tersebut harus diatasi agar tidak ada seorang pun yang tertinggal atau no one left behind,” jelas Salmah dalam Konferensi Pers Jelang Tanwir I ‘Aisyiyah pada Selasa (14/1) bertempat di Aula Kantor PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat. Sementara Tri Hastuti Nur Rochimah, Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, mengungkapkan strategi yang bisa dilakukan, baik itu dengan penyadaran, pemenuhan akses layanan dasar, pemberdayaan, hingga advokasi kebijakan. Terdapat beberapa isu yang akan menjadi pembahasan dalam Tanwir I ‘Aisyiyah, mulai dari gerakan pendidikan inklusif, upaya bersama untuk pencegahan dan penanganan kekerasan, kedaulatan pangan di tengah problem perubahan iklim dan ekonomi global, ketahanan keluarga, hingga isu-isu perempuan dan anak dalam pandangan Islam Berkemajuan. Tri menyampaikan, ‘Aisyiyah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan me-launching Gerakan Pendidikan Inklusif Berkelanjutan dalam forum Tanwir I ‘Aisyiyah ini. “Gerakan pendidikan inklusif menjadi upaya nyata untuk menyediakan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi yang menjunjung tinggi kesetaraan dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak dengan beragam latar belakang, kondisi, dan kebutuhan,” terang Tri. Saat ini, paparnya, belum semua sekolah menerapkan pendidikan inklusif meski telah menjadi mandat undang-undang; sehingga belum semua anak dengan beragam latar belakang dan kebutuhan, mengakses pendidikan bermutu. Ia memberi contoh, anak berkebutuhan khusus (ABK), korban perkawinan anak dan kekerasan, anak berhadapan dengan hukum, anak dari masyararakat adat, maupun anak yang tinggal di daerah kondisi geografis yang tidak mudah dijangkau.


Tanwir I ‘Aisyiyah Respon Program Makan Bergizi Hingga Pendidikan Karakter

Jakarta-Tanwir I ‘Aisyiyah akan digelar pada 15-17 Januari 2025 di di Hotel Tavia Heritage. Beberapa isu strategis dibahas dalam forum tersebut. Salah satu yang dinilai penting dan nantinya akan menjadi agenda pembahasan dalam Tanwir adalah kedaulatan pangan. Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah dalam Konferensi Pers Jelang Tanwir I ‘Aisyiyah pada Selasa (14/1) bertempat di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta mengatakan, Visi Indonesia Emas 2045 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yaitu Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan akan dicapai antara lain melalui kedaulatan pangan. Perempuan, imbuh Salmah, memiliki peran penting dalam menggerakkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Ia menyambut baik rencana pemerintah untuk menghentikan impor pangan dan menguatkan sektor pertanian dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan. Program Makan Bergizi Sehat yang saat ini menjadi program pemerintah, Salmah berharap, dapat dipenuhi dari sumber bahan pangan dalam negeri dengan memperhatikan asupan gizi. Ia pun mengingatkan agar pemerintah juga menaruh perhatian pada perempuan petani yang banyak berkontribusi pada sektor pertanian namun belum banyak mendapatkan pengakuan identitas sehingga tidak mudah mengakses program pertanian maupun program peningkatan kapasitas.     

Selain itu, dalam pembukaan Tanwir l 'Aisyiyah juga akan dilakukan penandatanganan MOU oleh Pimpinan Pusat 'Aisyiyah dengan Kapolri terkait Perlindungan Perempuan dan Anak. Salmah menyampaikan, kerjasama dengan Kepolisian RI sebagai salah satu aparat penegak hukum sangatlah penting agar upaya perlindungan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan secara sinergis dengan mengedepankan perspektif korban. 

Sementara Tri Hastuti Nur Rochimah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menambahkan bahwa Tanwir kali ini juga membahas perihal isu perempuan dan anak dalam perspektif Islam. 

“‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muslim berkemajuan, harus merespons beragam persoalan yang muncul dengan perspektif yang moderat atau wasathiyah,” jelas Tri.

Ia menyebut, seperti problem sunat perempuan yang tidak dianjurkan dalam perspektif Muhammadiyah, masalah perkawinan anak yang lebih banyak kemudaratannya, hingga perceraian yang harus dilakukan di dalam persidangan untuk mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan.  

Positioning ‘Aisyiyah yang mengedepankan paham keagamaan moderat tersebut menjadi penting, imbuhnya, sebagai acuan dalam merespons problem sosial dengan berkeadilan di tengah masifnya paham keagamaan yang justru mendiskriminasi perempuan. 

“Dalam konteks inilah, paham Islam wasathiyah perlu terus diinternalisasikan dan disosialisasikan termasuk melalui media,” tutup Tri.

 

 


Jumat, 03 Januari 2025

REFLEKSI AKHIR TAHUN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH 2024


Tahun baru merupakan satu mata rantai dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun  2024 kita telah melewati banyak proses dinamika di dalam kehidupan kebangsaan. Sebagai  bangsa yang besar dengan keberagaman budaya, agama, dan aspirasi, Indonesia telah  melalui tantangan politik yang sarat dengan kompetisi, polarisasi, dan harapan akan  perubahan menuju arah yang lebih baik.  Pemilu 2024, yang baru saja selesai dilaksanakan, mencerminkan vitalitas demokrasi  Indonesia. Dalam menghadapi dinamika yang terjadi, Muhammadiyah terus berkomitmen  untuk menjaga keseimbangan dalam menyikapi dinamika politik bangsa. Muhammadiyah menegaskan bahwa politik sejatinya bukan hanya soal kekuasaan, tetapi harus menjadi  sarana untuk menegakkan nilai-nilai kebangsaan yang luhur. Politik harus menjadi alat untuk mempersatukan, bukan memecah belah, untuk memajukan, bukan memundurkan, dan untuk menyejahterakan seluruh rakyat, bukan hanya segelintir golongan. Muhammadiyah mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang diperoleh bangsa Indonesia di berbagai bidang, termasuk dalam kemajuan fisik dan sumberdaya manusia, meskipun semuanya masih perlu terus dikembangkan dalam satu kesatuan antara kemajuan ragawi dan ruhani. Bersamaan dengan itu Indonesia masih menghadapi banyak tantangan dan masalah yang mesti dihadapi dan dicarikan solusi secara sistemik. Karenannya dalam ikhtiar memajukan bangsa dan mewujudkan cita-cita nasional penting dipastikan sejumlah permasalahan dan agenda dapat diselesaikan sebagai prasayarat menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur. Di antara masalah dan agenda nasional tersebut adalah sebagai berikut:

1.Agama dan Moral

Tanwir Muhammadiyah di Kupang menyampaikan rekomendasi dalam kehidupan beragama yang menekankan pentingnya peran agama sebagai landasan penguatan karakter moral. Khususnya dalam menghadapi fenomena negatif seperti bunuh diri, gangguan kesehatan mental, pinjaman online, judi online, dan pornografi. Pemerintah diharapkan untuk menjadikan agama sebagai basis penguatan nilai dalam keluarga, komunitas, dan pendidikan guna membentuk masyarakat yang lebih baik dan sejahtera. Selain itu, pentingnya moderasi beragama ditekankan untuk meningkatkan harmoni sosial dan budaya dalam mewujudkan kemakmuran spiritual. Pemerintah agar menjamin terciptanya keadaban di ruang publik, baik di dunia maya maupun nyata, dengan menekankan tanggung jawab pejabat publik, tokoh agama, dan influencers untuk menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat yang multikultural. Respons terhadap masalah sosial seperti perkawinan anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perceraian juga menjadi prioritas, dengan mendorong pemerintah untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui nilai-nilai agama yang berkemajuan. Selamatkan generasi bangsa dari segala penyakit moral dan sosial yang menghancurkan masa depan Indonesia. Organisasi dan para tokoh agama menjadi teladan dalam kehidupan publik dan tidak menjadikan agama sebagai lahan komoditi, politisasi, dan entertainment yang menghilangkan substansi dan fungsi luhur agama sebagai kanopi suci. Agama harus difungsikan secara aktual sebagai faktor motivatif, kreatif, sublimatif, liberatif, dan integratif dalam diri para pemeluknya di tengah kehidupan yang dijalaninya. Karenanya agama dan cara menyiarkan agama sangat tidak memadai manakala dikomodifikasikan menjadi serbaentertainment, yang mendangkalkan pesan-pesan keagamaan substantif dan diganti dengan pesan-pesan hiburan yang artifisial di ruang publik. 

2. Korupsi dan Penegakkan Hukum

Mendukung komitmen tinggi Presiden Prabowo untuk pemberantasan korupsi yang tuntas dan berani. Penting disertai political will seluruh pihak di jajaran pemerintahan: yaitu seluruh institusi Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, bersama seluruh bagiannya di dalamnya termasuk, Kejaksaan, TNI dan Polri, serta lembaga-lembaga auxiliary, hingga ke Pemda seluruh Indonesia. Demikian juga partai politik dan para politisi, hakim, jaksa, dan pihak KPK sendiri. KPK agar kembali pada khittahnya untuk menjadi lembaga independen yang melakukan pemberantasan korupsi secara benar, adil, dan tanpa terpengaruh oleh pihak manapun. KPK mesti menegakkan fungsi pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih dan terperangkap politisasi. Partai politik dan para elite parpol yang tersebar di berbagai lini pemerintahan mesti menjadi contoh baik atau teladan dalam menegakkan good governance dan pola hidup tanpa korupsi, baik langsung maupun tidak langsung, karena dalam sistem politik pasca reformasi betapa penting dan menentukan peran partai politik di negeri ini. Lembaga legislatif dan yudikatif penting memelopori praktik good governance dan clean goverment sehingga dapat menjadi penyangga yang kokoh dalam mendukung eksekutif yang bebas dari korupsi. Usaha penegakkan hukum mesti menjadi langkah politik yang kuat dari seluruh institusi  penegakkan hukum seperti Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Kejaksaan, Kepolisian, dan institusi pemerintahan secara keseluruhan. Tegakkan hukum dengan benar, adil, dan objektif tanpa pandang bulu dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak manapun. Hindari penyalahgunaan, politisasi, dan berbagai transaksi komoditisasi hukum dalam bentuk apapun agar Indonesia benar-benar menjadi Negara Hukum. Seluruh warga negara dituntut taat hukum dan tidak melakukan transaksi hukum yang salah dan koruptif apabila berurusan dalam perkara-perkara hukum sehingga tidak mengakibatkan terjadinya korupsi, suap menyuap, dan penyalahgunaan hukum.

3.Konsolidasi Demokrasi Pasca Pemilu 2024

Mendukung segala usaha konsolidasi demokrasi dengan lebih memperkuat kualitas demokrasi yang substantif untuk mengimbangi proses demokrasi prosedural saat ini. Demokrasi yang sehat mesti didukung kuat oleh seluruh institusi pemerintahan negara seperti eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga-lembaga auxiliary, TNI, Polri, dan lain-lain hingga ke pemerintahan daerah dalam satu kesatuan sistem. Keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan kualitas demokrasi yang substantif diukur jika mampu menghilangkan pengekangan terhadap kebebasan berbicara dan berserikat yang dijamin konstitusi, praktik politik uang, politik transaksional, penyalahgunaan hukum untuk meraih jabatan dalam kekuasaan, kriminalisasi politik, serta segala bentuk praktik politik yang merusak prinsip dan etika demokrasi. Seluruh komponen bangsa penting mendukung terwujudnya demokrasi yang substantif serta menjadi pilar checks and balances, serta melakukan pendidikan politik demokrasi kepada warga bangsa. Segenap warga negara diharapkan makin memiliki kesadaran politik yang cerdas dan kritis, serta memiliki kebudayaan politik partisipan; sebaliknya bukan kebudayaan politik parokial yang pasif, subordinat, dan nirkesadasan politik berbasis pengetahuan. Demokrasi Indonesia yang liberal saat ini saatnya dibingkai menjadi demokrasi nilai yang berbasis pada Sila Keempat Pancasila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.

4. Pilkada 2024

Pilkada selesai dan para kepala daerah terpilih siap menjalankan tugasnya. Otonomi Daerah yang sebesarnya memberi kewenangan bagi kepala daerah semestinya dijalankan dengan komitmen nilai dan moral yang tinggi untuk berdiri tegak di atas konstitusi UUD 1945 dan Perundang-undangan yang berlaku tanpa menyalahgunakannya. Pasca terpilih, para kepala daerah dituntut komitmen dan sikap politik baru dalam memimpin daerahnya. Kesatu, memimpin daerahnya dengan moralitas dan pertanggungjawaban tinggi secara amanah sejalan konstitusi. Kedua, tidak berniat korupsi dan gratifikasi dalam bentuk apapun baik tersembunyi apalagi terbuka. Ketiga, tidak melakukan politik balas jasa lebih-lebih kepada para bohir politik yang telah mendanai proses dirinya menjadi kepala daerah. Keempat, tidak mempertukarkan dan memberikan konsesi-konsesi lahan yang berada dalam kewenangan kepala daerah kepada siapapun yang menyebabkan lahan dan sumber daya alam tergadaikan dan tidak dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

5.Kebijakan Publik Pro-Rakyat

Pemerintah baru hasil Pemilu 2024 baik Presiden dan Wakil Presiden maupun Anggota Legislatif DPR-Ri dan DPD-RI baru memperoleh kepercayaan sekaligus tuntutan dan harapan baru untuk menjalankan Pemerintahan Negara sebagaimana mandat konstitusi, yakni “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Karenanya setiap kebijakan yang diambil sesuai otoritasnya, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama, mesti berpihak sebesar-besarnya bagi kepentingan dan hajat hidup rakyat. Hindari kebijakan-kebijakan yang menimbulkan reaksi publik dalam bentuk keberatan dan penolakan. Jika bermasalah di hadapan rakyat atau publik secara umum maka alangkah bijaksana jika melakukan koreksi dan bila perlu mencabut kebijakan tersebut tanpa perlu merasa kalah dan menang atau malu demi kepentingan bangsa sebagai wujud sikap kenegarawanan.

 


Senin, 23 Desember 2024

PEMBANGUNAN GEDUNG MUKTAMAR 49 WUJUD NYATA KOMITMEN MUHAMMADIYAH DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BER-TUHAN MAHA ESA DAN BERTAUHID


Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa pembangunan Sportorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah di Sumatra Utara merupakan wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang ber-Tuhan Maha Esa dan bertauhid.

"Kita harus terus mengkapitalisasi pergerakan kita, baik lewat amal usaha, maupun kegiatan dakwah di masyarakat secara langsung agar menjadi kekuatan yang membawa pada gerakan pencerahan," kata Haedar pada Sabtu (21/12).

Menurut Haedar, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan sosial kemasyarakatan harus hidup berdampingan dengan masyarakat. "Muhammadiyah adalah bagian integral dengan masyarakat dari bangsa, dan terbuka untuk membangun kerja sama dengan siapapun."

Haedar menekankan bahwa kemajuan yang diinginkan Muhammadiyah bukanlah kemajuan material semata, melainkan kemajuan masyarakat yang peradabannya maju dan tetap beragama. "Mencerahkan dalam konteks membebaskan juga dimaknai sebagai usaha memacu masyarakat untuk beranjak dari ketertinggalan, kemiskinan, stunting, dan belenggu situasi yang melemahkan masyarakat tersebut."

"Muhammadiyah itu di mana-mana tidak hanya memberi ikan, tapi memberi kail untuk mencari ikan," tambah Haedar.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah berperan penting dalam memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Muktamar ke-49 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun bangsa Indonesia.

Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan memiliki ciri proses membebaskan masyarakat. Bebas dalam hal ini dimaknai sebagai usaha menciptakan masyarakat yang ber-Tuhan Maha Esa, dan bagi muslim menjadi masyarakat bertauhid.

“Di tengah perubahan sekarang, Muhammadiyah-’Aisyiyah harus menjadi suluh peradaban yang mencerahkan dan bermula dari kecerahan keberislaman dan keberagamaan,” katanya.


Source : https://muhammadiyah.or.id/

Jumat, 20 Desember 2024

Haedar Nashir Terima Anugerah Hamengkubuwono IX dari UGM

YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima Anugerah Hamengkubuwono IX tahun 2024, penyerahan dilakukan di Universitas Gadjah Mada pada Kamis (19/12).

Anugerah ini diberikan atas dedikasi Haedar di bidang pendidikan, sosial, politik, dan kemanusiaan. Alumni S2 dan S3 Studi Sosiologi UGM ini merasa terhormat dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak.

Dengan rendah hati Haedar menyampaikan, bahwa dirinya merasa masih belum pantas untuk menerima Anugerah Hamengkubuwono ke IX atas yang dilakukan di bidang pendidikan, sosial, politik, dan kemanusiaan.

“Terima kasih saya sampaikan ke Bu Rektor (UGM), Keraton, dan tentunya ke Muhammadiyah yang telah memberi saya kesempatan untuk memperoleh Anugerah Hamengkubuwono IX ini dari UGM tercinta,” katanya.

Selama enam tahun menyelesaikan magister dan doktor di UGM, Haedar merasa beruntung karena berada di lingkungan ilmu. Dari belajar di UGM dia mendapat lima nilai yang diinternalisasikan dan dipraktikkan dalam kehidupan.

Nilai yang pertama adalah kebenaran yang berbasis pada ilmu dan terkoneksi dengan Pancasila, Agama, dan kebudayaan luhur bangsa. Haedar di Studi Sosiologi UGM mendapatkan pemahaman bahwa kebenaran adalah nilai utama ilmuwan.

“Nilai selanjutnya adalah tradisi keilmuan. UGM ini bukan sekadar kampus akademik, tapi juga school of thought – jadi sekolah pemikiran. Yang jujur saya sendiri mendapat banyak alat, metodologi yang interkoneksi,” imbuhnya.

Nilai ketiga yang dia dapatkan dari UGM adalah persatuan dalam keragaman. Dari latar belakang yang berbeda, namun dapat hidup dan tumbuh di kampus ini. Nilai keempat adalah kampus rakyat yang memberi kecintaan terhadap rakyat.

“Menerjemahkannya itu mencintai rakyat dengan kerja-kerja praksis keilmuan lewat KKN, dan para alumninya dari institusi ini,” ungkap Haedar.

Haedar menekankan, supaya kecintaan terhadap rakyat tidak diwujudkan secara simbolis saja, seperti datang ke rumah orang miskin dan memberikan bantuan. Tapi yang lebih penting adalah dengan kebijakan yang berpihak dan memberdayakan rakyat.

Nilai yang terakhir atau kelima adalah orientasi global. UGM termasuk juga kampus Muhammadiyah harus lebih kuat bergerak ke ranah global. Perhatian itu bisa dituangkan dalam merespon isu-isu internasional.

Kampus-kampus perlu merespon isu-isu global seperti SDG’s, dan perubahan iklim. Haedar juga mengapresiasi UGM program Wanagama di IKN yang berorientasi untuk menyelamatkan masa depan.

Sultan HB X Apresiasi Peran Haedar Nashir dalam Kemanusiaan Universal

YOGYAKARTA  – Penyerahan Anugerah Hamengku Buwono IX Tahun 2024 menjadi bagian penting dari perayaan Dies Natalis ke-74 Universitas Gadjah Mada yang berlangsung di Bangsal Srimanganti, Kraton Yogyakarta pada Kamis (19/12).

Penghargaan bergengsi ini dianugerahkan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa bersama Muhammadiyah sejak tahun 1983.

Atas penganugerahan itu, Sultan Hamengkubuwono X yang juga Gubernur DI. Yogyakarta mengapresiasi dan menyampaikan selamat. Anugerah ini bukti dedikasi yang diberikan Haedar Nashir untuk kemanusiaan universal.
Kepemimpinan Haedar mendapat pengakuan luas, ditandai dengan terpilihnya Ia sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 di Makassar dan berlanjut pada periode berikutnya di Muktamar ke-48 di Solo.

“Dengan visi "Centre of Excellence," ia membawa Muhammadiyah menjadi gerakan yang tak hanya membangun institusi, tetapi juga memperkokoh nilai Islam moderat yang berkemajuan,” katanya.

Sultan Hamengkubuwono X menambahkan di bawah kepemimpinan Haedar, Muhammadiyah mendirikan tonggak penting, seperti Markaz Dakwah di Kairo, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), dan Muhammadiyah Australia College (MAC) di Melbourne.

“Karya besar ini mencerminkan usaha kolektif untuk menciptakan peradaban yang inklusif, kokoh, dan berorientasi pada nilai-nilai universal Islam yang wasathiyah," imbuhnya.

Dalam perjuangannya, ia selalu membawa filosofi "Smara-Bhumi Adi-Manggala," yaitu semangat juang yang melintasi batas waktu dan ruang untuk mempersatukan dalam keberagaman.

Pemikiran Haedar Nashir juga menekankan pentingnya ilmu sebagai cahaya yang memandu umat menghadapi berbagai tantangan zaman.

Anugerah ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi besarnya, yang manfaatnya melampaui ranah pribadi dan menyentuh kehidupan masyarakat luas, baik nasional maupun global.

Hamengku Buwono X menutup sambutannya dengan ucapan selamat atas penghargaan ini dan berharap dedikasi Haedar terus menjadi inspirasi bagi umat manusia.

Rabu, 06 November 2024

Bangun Korporasi, Induk BTM Akan Selenggarakan Muhammadiyah Microfinance Summit III 2024

Jakarta, (6/11/2024) Sebagai tindak lanjut dari Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) dalam mendirikan satu Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)  di seluruh jaringan di Persyarikatan, Induk BTM pada tanggal   12 – 14 Desember 2024 akan menyelenggarakan Muhammadiyah Microfinance Summit (MMS) III & Outlook Microfinance 2025 dengan tema: Membangun Korporasi Microfinance Muhammadiyah Dalam Risalah Islam Berkemajuan & Prospek Pengembangan Microfinance di Era Pemerintahan Baru, bertempat di hotel Kaliurang – Yogyakarta. 

Ketua Induk BTM Drs Achmad Su’ud, M.Si melaui keterangan release yang disampaikan ke media hari ini Rabu (6/12/2024) menjelaskan, diselenggarakannya MMS III 2024  ini tak lepas dari amanah MMS II di Malang – Jawa Timur yang mengusung  tema membangun kemandirian BTM dan closed loop economy Muhammadiyah di tahun 2022, dimana kemandirian BTM segera diwujudkan tanpa harus memiliki ketergantungan dengan pihak lain, namun tetap mampu memberikan kontribusi besar terhadap Persyarikatan sebagai pusat keuangan Muhammadiyah dan anak sholeh yang baik. Cita – cita itulah yang selalu Induk BTM tekankan kepada seluruh jaringan BTM  nasional sebagai bagian korelasi dalam menjalankan Risalah Islam Berkemajuan dan amanah Muktamar ke 48 di Solo – Jawa Tengah 2022. 

Kemudian terkait dengan MMS III yang mengusung tema membangun korporasi microfinance Muhammadiyah dalam Risalah Islam Berkemajuan, menurut Su’ud, tak lepas dari realitas yang ada selama ini dalam pengembangan jaringan  BTM, di mana BTM telah hadir di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Jika kekuatan BTM sebagai ujung tombak pilar ketiga (bidang ekonomi) Muhammadiyah dikonsolidasikan, maka akan membentuk korporasi microfinance Muhammadiyah yang berperan dalam intermediasi keuangan.    

“Momentum ini dirasa sangat tepat untuk membangun korporasi microfinance Muhammadiyah di tengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah  mensosialisasikan  Pedoman Badan  Usaha Milik  Muhammadiyah (BUMM) yang berbadan hukum PT (perseroan). Sementara BTM adalah AUM yang ingin membangun korporasi berbadan hukum koperasi,”ujar Su’ud dengan lantangnya. 

Terkait acara MMS III, pihak panitia menginformaskan akan diikuti oleh para peserta berjumlah 300 orang dari seluruh jaringan BTM nasional baik KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah) maupun LKMS (Lembaga Keuangan Mikro Syariah) dan peserta lain dari jaringan koperasi  syariah wanita Aisyiyah, Lembaga Pengembang UMKM, MEBP (Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. 

Narasumber yang direncanakan  hadir diantaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup; Dr. H. Anwar Abbas, M.M. M.Ag, Menteri Koperasi; Budi Arie Setiadi, S.Sos. M.Si, Wakil Ketua Lembaga Pengembang (LP) - UMKM; Dr. Suhaji Lestiadi, Bendahara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M, Jaringan Wisata Muhammadiyah; Drs. H. Herry Zudianto, M.M,  Deputi Direktur Lembaga Keuangan Mikro Syariah – KNEKS, Bagus Aryo, Ph.D, Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi: Ahmad Zabadi,SH, MM. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro – OJK; Agusman, Ketua Majelis Pustaka dan Informatika Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Prof. Dr. Muchlas, M.T,  Guru Besar Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Jakarta; Prof. Dr. Gofur Ahmad, Guru Besar UIN – Jakarta;  Prof. Ir. Muhammad Nadrattuzzaman Hosen, M.S, M.Sc. Ph.D, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah;  Prof. Dr. Bambang Setiadji, M.Si dan para mitra BTM dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS). 
“Dengan adanya MMS III 2024 ini sekaligus  sebagai ajang silaturahmi dalam meningkatkan jejaring bisnis yang produktif antar jaringan BTM dan terbentuknya pengelolaan BTM yang terukur, mengedepankan tata kelola dan manajemen modern,”terang Su’ud.
 Media Center 
Muhammadiyah Microfinance Summit III 2024

Agus Yuliawan, ST. ME.Sy
WA. 085319414231

ads

 
Copyright © 2016 BERITA BERKEMAJUAN
Powered by Journalis Online