From our Blog
Sabtu, 24 Mei 2025
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta Gelar Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108
Rabu, 21 Mei 2025
Wujudkan Ketahanan Pangan, ‘Aisyiyah Kembangkan Program Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah
Ketahanan pangan merupakan isu krusial
dalam pembangunan, apalagi pada tahun 2022 Indonesia masih berada di peringkat
69 dari 113 negara dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI). Menurut Salmah
Orbayinah selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, “Indonesia masih
dihadapkan pada problem ketahanan pangan yang disebabkan, antara lain oleh
keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, penurunan produktivitas,
menurunnya jumlah petani dan kurangnya regenerasi petani, kurangnya pengakuan
terhadap perempuan petani, minimnya kesejahteraan petani, ketergantungan impor,
kurangnya tenologi pangan, hingga masalah kualitas pangan.”
‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan,
imbuh Salmah, menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan mengingat pentingnya
peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karena itu, pada Milad
‘Aisyiyah ke-108 pada 19 Mei 2025 kali ini, ‘Aisyiyah mengusung tema,
“Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah Menuju Ketahanan
Nasional”.
Qaryah Thayyibah yang secara harfiyah
berarti desa yang baik atau unggul, lanjut Salmah, merupakan gerakan nasional
‘Aisyiyah untuk mewujudkan desa yang berkemajuan sehingga tercipta masyarakat
yang maju, adil, makmur, dan bermartabat. Gerakan Qaryah Thayyibah, jelas
Salmah, mencakup berbagai aspek kehidupan, baik itu pangan, pemberdayaan
ekonomi, kesehatan, pendidikan, keagamaan, kesejahteraan sosial, hukum,
kepemimpinan perempuan, pendidikan politik, hingga lingkungan.
Ketahanan pangan menjadi salah satu
aspek penting dalam gerakan Qaryah Thayyibah di komunitas.
Tema Milad ‘Aisyiyah, menurut Agung
Setyawan selaku Bupati Kulon Progo saat menyampaikan sambutannya, mencerminkan
kesadaran bahwa kekuatan pangan diawali dari tingkat desa. Ketahanan pangan,
tambahnya, bukan hanya soal pertanian tetapi menyangkut kemandirian, keadilan
sosial, dan kedaulatan. Ia menyambut baik Gerakan Qaryah Thayyibah sebagai
konsep pembangunan holistik sehingga mendukung peran strategis ‘Aisyiyah
sebagai agen perubahan yang membangun desa dengan pendekatan pemberdayaan
perempuan, partisipasi warga, dan kearifan lokal.
Salmah menyampaikan bahwa upaya
mewujudkan ketahanan pangan dilakukan ‘Aisyiyah, antara lain dengan
mengembangkan Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA). Ia menjelaskan, Gerakan
Lumbung Hidup 'Aisyiyah merupakan gerakan untuk memanfaatkan lahan pekarangan
atau lahan yang tersedia yang dikelola secara individu maupun kelompok tuk
budidaya tanaman, ternak, dan ikan yang bertujuan untuk menyediakan sumber
pangan yang bergizi dan meningkatkan ekonomi keluarga. Saat ini, GLHA telah
berkembang di 100 Kabupaten/Kota dan akan terus berkembang hingga tingkat
desa.
Selanjutnya, Tri Hastuti Nur Rochimah
selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menyampaikan bahwa hasil dari
lumbung hidup atau lumbung gizi dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga
maupun dibagikan kepada kelompok rentan seperti keluarga dengan anak stunting,
ibu hamil dan menyusui, lansia, serta difabel. Tri menambahkan, ‘Aisyiyah juga
melakukan pemberdayaan perempuan petani, perempuan peternak, dan perempuan
nelayan di komunitas karena memiliki peran penting dalam menyediakan sumber
pangan yang bergizi untuk mewujudkan ketahanan pangan di komunitas.
Resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-108 kali ini
diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo pada
19 Mei 2025 baik secara luring yang diihadiri 1000 peserta maupun daring
melalui aplikasi Zoom dan Youtube yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta
dari pimpinan ‘Aisyiyah di berbagai wilayah atau provinsi dan daerah atau
kabupaten kota se Indonesia. Pemilihan lokasi Milad tersebut terkait dengan
keberadaan Kelompok Wanita Tani ‘Aisyiyah Bangun yang mengembangkan Gerakan
Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut
Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono. Selanjutnya Pimpinan Pusat
‘Aisyiyah melakukan penandatanganan MOU dengan Kementerian Koperasi Republik
Indonesia. Saat menyampaikan sambutan, Ferry menyampaikan, “Nafas dan semangat
‘Aisyiyah terkait Qaryah Thayyibah ini selaras dengan program pemerintah.
Negara harus terlibat memberikan solusi aktif di masyarakat dengan pembentukan
Koperasi Desa Merah Putih. Selama ini, banyak masyarakat yang terjerat pinjaman
online maupun rentenir sehingga keberadaan koperasi di desa diharapkan dapat
mengurangi jeratan dan mensejahterakan masyarakat.”
Selama ini, tambahnya, negara kurang
hadir sehingga mekanisme pasar justru mendominasi yang berdampak pada minimnya
kesejahteraan masyarakat. Melalui keberadaan koperasi di 80.0000 desa dan
kelurahan, ungkap Ferry, dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga. Lebih
lanjut ia menjelaskan, kegiatan koperasi antara lain simpan pinjam karena
banyak warga yang terjerat pinjaman rentenir maupun online yang berbunga tinggi
dan merugikan.
Selain itu, kegiatan koperasi juga dapat
mencakup apotik dan klinik desa untuk mempermudah akses kesehatan warga; toko
gerai untuk menyediakan kebutuhan logistik warga; agen LPG; hingga gudang untuk
mendukung sarana input pertanian; dan penyediaan truk untuk mobilitas barang
dari desa. Ferry berharap, nantinya Kementerian Koperasi RI dapat bersinergi
dengan ‘Aisyiyah dalam pengembangan koperasi untuk mendukung kesejahteraan
masyarakat.
Sabtu, 03 Mei 2025
SAH, Pengembangan BTM Di Bawah Koordinasi LP - UMKM PP MUHAMMADIYAH
Jakarta, (2/Mei/2025) Induk Baitut
Tamwil Muhammadiyah (BTM) mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas
terbitnya Keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor
206/KEP/I.0/B/2025 tentang kedudukan kelembagaan BTM. Keputusan yang ditandatangani
langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah; Dr. H Agung Danarto, M.Ag serta
Sekertaris; Muhammad Sayuti M.Pd. M.Ed, Ph.D pada tanggal 16 April 2025,
menyebutkan, untuk menghindari dualisme struktural dan tumpang
tindih program antar majelis dan lembaga perlu penegasan kedudukan kelembagaan
BTM. PP Muhammadiyah dalam surat keputusan itu memutuskan,
pertama BTM secara kelembagaan di bawah pembinaan Lembaga Pengembang
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP - UMKM) PP Muhammadiyah. Kedua
menginstruksikan kepada Biro Pengembang Organisasi (BPO) PP Muhammadiyah untuk
menyusun PP Muhammadiyah tentang BTM sebagai tindak lanjut keputusan itu.
"Dengan adanya keputusan PP
Muhammadiyah ini sangat jelas sekali mampu memberikan kepercayaan diri kepada
para pengelola dan pengurus jaringan BTM se Indonesia tentang kedudukan serta
posisioning BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah, "ucap Ketua Induk BTM; Drs Achmad Su'ud,
M.Si dalam keterangannya yang dibagikan ke berbagai awak media.
Surat keputusan itu, diakui oleh Su'ud sempat menjadi penantian panjang para pegiat BTM pasca Muktamar ke - 48 di Surakarta - Jawa Tengah tahun 2022, di mana sudah tidak ada lagi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) sebagai insitusi koordinasi dalam pengembangan BTM. Sementara Induk BTM berserta jaringan BTM lagi gencar - gencarnya dalam mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) satu PDM satu BTM di berbagai penjuru Tanah Air, sebagai amanah Surat Edaran No. 004/I.8/G/2017 MEK PP Muhammadiyah. Dengan demikian munculnya regulasi baru yang diterbitkan langsung PP Muhammadiyah memberikan semangat dan angin segar bagi GMM untuk terus berkembang, sekaligus sebagai momentum bagi jaringan BTM untuk menata diri menjadi lebih tertib dalam barisan atau shof yg lebih rapi. Sebagaimana dinyatakan dalam 7 rekomendasi di Muhammadiyah Microfinance Summit III yang diselenggarakan di Kaliurang - Yogyakarta 2024 tahun kemarin," terangnya.
Kemudian secara terpisah, Wakil Ketua LP
UMKM PP Muhammadiyah; Syafrudin Anhar, mengungkapkan, LP - UMKM. merupakan satu
lembaga baru dalam numenklatur Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) pada struktur
organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sebagai lembaga baru, LP UMKM secara
kelembagaan dan program adalah pemisahan dari Majelis Ekonomi dan Bisnis
(dahulu Majelis Ekonomi dan Kewiraswastaan). Pemisahan inilah yang menyebabkan
adanya kegamangan bahkan kegelisahan akan keberlangsungan gerakan keuangan
mikro dikalangan aktivis dan warga Persyarikatan yang selama ini digerakan
melalui atau dengan nama Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM).
Bukan Persyarikatan Muhammadiyah jika
tak tertib konstitusi dan administrasi, kata Syafrudin, maka melalui proses
sidang Tanwir di Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara kelembagaan dan program numenklatur LP
UMKM menjadi jelas dan tegas disebutkan dalam tanfiz keputusan Tanwir
Muhammadiyah di Kota Kupang NTT.
Maka setelah sidang Tanwir itu, di salah
satu sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memutuskan mengenai kedudukan
dan keberadaan BTM. Melalui suatu surat keputusan PP Muhammadiyah Nomor
206/KEP/I.0/B/2025 tentang Kedudukan Kelembagaan BTM, yang menetapkan secara resmi bahwa
pembinaan BTM berada dibawah pembinaan dan koordinasi LP UMKM. "Sebagaimana
yang terumuskan dalam program bidang UMKM hasil keputusan sidang Tanwir
Muhammadiyah di Kota Kupang," jelas Syafrudin.
Kamis, 01 Mei 2025
Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta “Digdaya Ngadhepi Bancono”,
Dalam rangka memperingati Hari
Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Panitia HKB DIY 2025 bersama Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY,
Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Plan Indonesia, Kwarda DIY, PMI DIY, YEU, ASB,
MDMC, ORARI, KARINAKAS, dan berbagai pihak lainnya, menyelenggarakan
serangkaian kegiatan HKB Tahun 2025 yang secara nasional bertema "
Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat".
Peringatan HKBN di DIY tahun ini
merumuskan sub-tema “Digdaya Ngadhepi Bancono”, yang mencerminkan semangat
seluruh elemen masyarakat DIY yang tangguh dan berdaya dalam menghadapi
bencana, dengan mengedepankan gotong royong, kolaborasi, ilmu pengetahuan,
teknologi, serta kearifan budaya lokal sebagai fondasi ketangguhan daerah.
Kegiatan puncak dilaksanakan pada tanggal 30 April 2025 di Gedung Utama
Universitas Ahmad Dahlan, Kampus 4 Ring Road Selatan.
Serangkaian Kegiatan HKB 2025 di DIY
meliputi:
Simulasi Serentak di seluruh kantor
pemerintah, sekolah, dan dunia usaha di DIY pada 25 April 2025.
Serial Podcast tentang kesiapsiagaan
masyarakat dan pendataan kebutuhan penyandang disabilitas saat darurat.
Mini Exhibition produk dan hasil inovasi
pengurangan risiko bencana.
Sharing Session bertema aksi merespon
peringatan dini yang inklusif, dengan diskusi kelompok seputar perubahan iklim,
WASH, SPAB, perlindungan kelompok rentan, serta kolaborasi sektor kesehatan
dalam kebencanaan.
Donor Darah yang diselenggarakan bekerja
sama dengan PMI DIY.
Special Event Station (SES) komunikasi
darurat oleh ORARI se-Nusantara.
Seminar Nasional bertajuk "Digdaya
Ngadepi Bencana" dengan narasumber GKR Mangkubumi, Rektor UAD, dan
Direktur Plan Indonesia.
Dalam acara puncak, juga dilaksanakan
penyerahan penghargaan dari Gubernur DIY kepada lembaga dan individu yang
berkontribusi dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko
bencana di DIY.
Melalui peringatan ini, diharapkan
tercipta sinergi antar pihak untuk memperkuat budaya sadar bencana,
meningkatkan edukasi dan kapasitas masyarakat, serta mendorong aksi nyata dalam
pengurangan risiko bencana.
Minggu, 27 April 2025
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo Gelar Kegiatan Tabligh Akbar , Halal bi Halal dan Mangayubagya Jamaah Haji 1446 H
Yogyakarta 27 April 2025 Pimpinan Cabang
Muhammadiyah Umbulharjo Gelar Kegiatan Tabligh Akbar , Halal bi Halal dan
mangayubagya jamaah haji 1446 H dari keluarga besar muhammadiyah umbulharjo
yang mana kegiatan ini di laksanakan di aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Kegiatan ini melibatkan seluruh pimpinan
Muhammadiyah Aisyiyah tingkat cabang maupun ranting di wilayah umbulharjo, kita
mengundang seluruh kepala TK sekolah sekolah SD SMP SMA SMK Muhammadiyah
Umbulharjo dan juga takmir takmir masjid dengan Nadzir milik Muhammadiyah.
Tahun ini juga mengundang ikatan pelajar muhammadiyah IPM yang ada di sekolah
sekolah smp sma smk milik muhammadiyah dan juga seluruh ortom yang ada
seperti angkatan muda Muhammadiyah nasyiatul Aisyiyah yang ada di Umbulharjo
ini Jelas Safroni ketua pimpinan cabang muhammadiyah umbulharjo.
safroni juga mengatakan tujuan di
adakannya kegiatan ini yang pertama menjaga silaturahim sesama anggota
muhammadiyah di lingkungan umbulharjo, kemudian saat ini juga masih momentum
bulan Syawal maka diadakan halal bihalal dalam rangka untuk saling memaafkan
diantara kesemuanya baik pribadi maupun secara kelembagaan organisasi. Selain
itu kegiatan ini juga untuk mangayubagya keberangkatan jemaah haji tahun 1446 H
yang ada di umbulharjo meskipun yang hadir pada kesempatan ini masih belum
keseluruhan karena terdapat kendala sehingga tidak bisa secara maksimal. ini
kan tidak semua jamaah umbulharjo ikut KBIH Aisyiyah, di samping memang pada
hari ini juga ternyata masih ada manasik haji tambahnya. Lebih lanjut dengan
adanya kegiatan ini Safroni berharap semakin memperkokoh memperteguh komitmen
dari Muhammadiyah untuk kemudian saling berkolaborasi Saling bantu membantu
bahu membahu sehingga Muhammadiyah umbulharjo semakin Solid semakin berkembang
maju dan bersama-sama menggerakan seluruh jamaah untuk kembali menjadi warga
Muhammadiyah
untuk jemaah Haji Umbulharjo safroni
berpesan agar mereka senantiasa menjaga kesehatan menjaga kekompakan
jangan sampai di sana Ada yang sakit, jangan sampai pula disana kemudian ada
yang tidak akur dan sebagainya karena itu akan mengganggu kekhusyukan dan
kemabruran dari Haji mereka.
kita berharap semoga mereka senantiasa
diberikan keamanan diberikan kesehatan kelancaran kemudahan dan kemudian masih
bisa kembali lagi dalam kondisi yang sehat walafiat dan menjadi haji yang
mabrur, semua rukun haji dapat mereka kerjakan semuanya dengan sebaik-baiknya
dan harapan kami juga mereka tidak lupa untuk senantiasa mendoakan kita kita
yang ada di tanah air ini wabil khusus kepada organisasi Muhammadiyah di
Umbulharjo sehingga semakin berkembang semakin kokoh semakin kuat dan
senantiasa bermanfaat bagi seluruh umat tambahnya.
Kamis, 17 April 2025
TRANSFORMASI DIGITAL, BTM AMMAN MAGELANG LAUNCHING BTM AMMAN LINK ; INOVASI KEUANGAN SYARIAH YANG INKLUSIF
YOGYAKARTA (17/25) – Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Amman
Magelang launching BTM Amman Link yang bekerjasama dengan Bank Jateng Syariah.
Program yang pertama kalinya di inisisasi oelh BTM Amman Magelang ini sebagai
Upaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk lebih inklusi dan dekat kepada para
anggotanya yang merupakan ekosistem persyarikatan muhammadiyah. Peluncuran BTM
Amman Link ini di lakukan secara simbolis oleh ketua BTM Amman Magelnag H.M
Nasiruddin, M.A Bersama Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Eko Pujiatmoko, S.E., M.Ak.
Berdasar Amanah dari Muktamar Muhammadiyah di Surakarta
salah satu program prioritasnya ialah reformasi organisasi dan digitalisasi
maka peluncuran BTM Amman Link ini mempertegas peran btm amman magelang sebagai
pusat keuangan Muhammadiyah. “Peluncuran BTM Amman Link yang bekerjasama
dengan Bank Jateng Syariah ini sebagai ikhtiar sesuai Amanah Muktamar
Muhammadiyah di Surakarta. Karena kita mengelola Amanah dari umat, sehingga mau
tidak mau harus transparan. Seberapapun hak konsumen, hak anggota, hak orang
lain yang ada di BTM Amman, juga harus dipertanggung jawabkan.”ujarnya
Dalam nuansa pra rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2024
ini, Nasiruddin, M.A mengingat Kembali adanya BTM Amman Magelang taklepas dari
perjuangan aktivis muhammadiyah di magelang. Di usia 25 tahun BTM Amman
Magelang ini, terus betumbuh, berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan
memberikan manfaat bagi umat. “harapan kita kedepan terus growing, berkembang,
bertumbuh sesuai dengan perkembangan yang ada, yang akhirnya dapat terus
berjalan sesuai visinya menjadi pusat keuangan syariah muhammadiyah di
magelang”ungkapnya
Sementara itu, Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan
Pariwisata (MEBP) PWM Jateng, Eko Pujiatmoko di waktu yang sama mengapresiasi
peluncuran BTM AMMAN Link yang bertujuan untuk menguatkan inklusivitas keuangan
syariah. “produk baru dari BTM Amman yang bekerjasama dengan Bank Jateng ini
dapat menjadi Langkah awal untuk menuju transformasi digital, sehingga anggota
akan lebih mudah dalam melakukan transaksi. Dan tentunya dapat diikuti oleh
BTM-BTM lainnya secara nasional”katanya
Dukungan dari Bank Jateng Syariah yang disampaikan oleh
Slamet Sulistiono, untuk program Laku Pandai yang telah dilakukan sebelumnya
oleh Bank Jateng Syariah. Menurutnya, Gerakan ekonomi umat yang dilakukan
secara Bersama-sama akan memiliki dampak besar dan dapat mendorong perputaran
roda ekonomi umat “memberikan sebuah keyakinan bagi masyarakat yang mungkin
saja hari ini belum menjadi nasabah BTM Amman berikutnya berbondong-bondong
menjadi nasabah dengan menggunakan layanan fitur yang memudahkan
mereka”ungkapnya
Selasa, 25 Februari 2025
RAT KSPPS BTM Pekalongan, Anwar Abbas; Harus Hijrah ke Enterpreneur Mentality agar BTM Terus Maju dan Bersinar.
Pekalongan - KSPPS BTM Pekalongan menggelar Rapat Anggota
Tahunan 9 tahun buku 2024 pada Minggu (23/2) yang berlokasi di Gedung Dakwah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekalongan. RAT KSPPS BTM Pekalongan dihadiri
ratusan anggota dan pengurus untuk mendengar laporan pertanggungjawaban pada
tahun 2024 dan menyongsong rencana-rencana bisnis kedepan.
RAT diawali dengan penagjian
iftitah oleh wakil ketua PDM Kabupaten Pemalang sekaligus dewan pengawas
Syariah BTM Pekalongan Drs. H. Amat Sulaiman. Dalam menjalankan KSPPS BTM
Pekalongan ini dapat berlaku jujur, agar apa yang dilakukan dapat menebar kebaikan
dan mendapatkan manfaat. merujuk pada surat ta-taubah ayat 11 tentang ketaqwaan
kepada Allah SWT dan orang-orang jujur. Amat berpesan kepada sebagai pengurus,
pengawas maupun sebagai anggota KSPPS BTM Pekalongan dapat berlaku jujur
didalam menajalankan Amanah ini.
“Makna dari surat At-Taubah
ayat 11 tersebut selain mengatakan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Juga
menjadi orang jujur, jujur dalam berusaha, jujur dalam melakukan pelayanan,
jujur terhadap diri sendiri lebih-lebih jujur kepada ALLAH SWT. Mari kita jujur
baik insyALLAH meraih ridho allah swt.
Jujur mendapatkan kebaikan”ungkapnya
RAT dibuka secara langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Anwar Abbas.
Ketua pengurus KSPPS BTM
Pekalongan Drs. H. Ahmad Su’ud, M.Si. mengatakan pada sambutannya, Meenghadapi
perubahan regulasi koperasi dari kementrian koperasi, KSPPS BTM Pekalongan
berusaha untuk melakukan adaptasi guna menghadapi berbagai kemungkinan yang
akan terjadi baik secara bisnis maupun kelembagaan. Sebagai AUM yang bergerak
di bidang ekonomi, kspps bertekad agar keberadaanya dapat dirasakan manfaatnya
serta mampu membantu para anggotanya khususnya kalangan menengah kebawah.
“KSPPS BTM Pekalongan saat
ini berusia 29 tahun, kehadirannya diusahakan menjadi AUM unggulan yang mampu
menempatkan diri sebagai Lembaga keuangan dan mediator keuangan yang berfungsi
secara optimal.”ungkapnya
Sebagai mitra strategis dan
partner potensial UMKM maupun Lembaga lain, KSPPS BTM Pekalongan membuka diri
secara luas untuk melakukan Kerjasama dengan berbagai pihak, agar kehadiran BTM
Pekalongan dapat memberikan manfaat bagi sesama.
Pengawas Pusat BTM Jawa
Tengah Teguh Rimbawan, S.E., M.Kn
mengatakan Sepanjang tahun 2024 koperasi yang bergerak pada pelayanan
jas keuangan Syariah banyak mengalami dinamika yang kompleks seperti gagal
bayar. BTM dapat melakukan berbagai cara untuk terhindar dari masalah tersebut,
dengan melakukan berbagai cara. Pertama Tenguh menyampaikan BTM harus
menghindari terjadinya Fraud, yang merupakan malapetaka awal kehancuran. Untuk
menghindari terjadinya fraud harus mendeteksi dini dengan menerapkan secara konsisten
system operasi dan prosedur. Kedua terapkan system operasi dan pengawasan
dengan ketat supaya BTM berjalan baik dan benar. “Munculnya berbagai persoalan
dalam pengelolaan LKMS tidak lepas dari system operasi manajemen dan absennya
mekanisme pengawasan dan system pengendalian internal, pengawasan yang
seharusnya sebagai alat kontrol sering kali diabaikan.”katanya
Dinas Koperasi dan UMKM Jawa
Tengah di wakili oleh Kepala Balatkop UKM Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo AP, M.Si
pada sambutanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya RAT BTM Pekalongan
yang merupakan mekanisme konstitusional tertinggi yang ada di koperasi
Indonesia, forum penentuan arah garis beras pengelolaan koperasi kedepan.
“adanya kesiapan yang matang dari KSPPS BTM pekalongan untuk menyelenggarakan
RAT ini, ditandai dengan adanya Buku Laporan yang lengkap, rapi, dan penyajian
yang apik dan juga menandakan BTM Pekalongan sebagai penyelenggara pengelolaan
keuangan Syariah yang modern”ungkapnya
Selanjutnya Dwi Silo Raharjo
mengungkapkan dari laporan BTM Pekalongan melaksanakan kinerja yang luar biasa.
“semua tumbuh 2 digit. Tidak banyak koperasi di jawa tengah ini yang tumbuh
dengan 2 digit. Artinya 10,2 keatas. Pertumbuhan anggota 28,59 % menjadi 33
ribu anggota, harus dikelola dengan lebih pruden. Bagimana kita bisa
menidentifikasi, mengenal anggota sehingga penyaluran dana kita lebih
pruden”ungkapnya
RAT KSPPS BTM Pekalongan 9
tahun buku 2024 dibuka secara langsung oleh Ketua PDM Kab. Pekalongan Drs. H.
Mulyono. Dalam mengelola BTM Pekalongan yang merupakan Asset umat dibawah
nanungan Muhammadiyah Harus mengedepankan profesionalitas. “insyaAllAh jika
profesionalitas yang dikedepankan kita akan selamat. Islam sangat konsen
tentang profesionalitas. Menepati hak dan kewajiban.”
Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H.
Ahmad Abbas, MM., M.Ag dalam keynote speech yang disampaikan, anwar menegaskan
dengan ditancapkannya pilar ketiga yakni ekonomi dan bisnis, pada muktamar
Muhammadiyah ke-47 di makasar wajah Muhammadiyah tidak hanya lagi dipandang
pada bidang sosial, dan Pendidikan, tetapi juga komplek industry. Muhammadiyah
harus hadir pada kebijakan ekonomi strategis. Anwar menyoroti 3 program
unggulan yang dijalankan oleh PWM Jawa Tengah yakni Teknologi, industrialisasi,
dan mitigasi, artinya kita harus menguasai IT. “Suatu negara dikatakan maju
atau tidak maju sejauh mana negara tersebut menguasai Teknologi. Karena dengan
teknologi kita bisa menigkatkan produktifitas harus menguasi
teknologi.”ungkapnya
besarnya jumlah pelaku usaha
mikro dan ultra mikro di Indonesia, tak sebanding dengan dana yang dikucurkan
dari pemerintah untuk mensejahterakan mereka. Menurut anwar, Negara perlu hadir
untuk memikirkan nasib pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Disinilah peran
Lembaga keuangan mikro Syariah, memikirkan dan memperhatikan usaha mikro dan
ultramikro dalam rangka memakmurkan semua.
“untuk itu disinilah saya
berterimakasih kepada yang mengurusi Lembaga keuangan mikro Syariah, seandainya
LKMS tidak memikirkan usaha mikro dan ultra mikro siapa lagi. bisa-bisa mereka
terjerat pinjol.” Ungkapnya
Terakhir anwar menegaskan
kita harus hijrah untuk terus maju dan bersinar. Hijrah dari Employee mentality
ke entrepreneur mentality, yang melihat peluang terlebih dahulu daripada
resiko.
“kalau kita tetap menjadi
employee pendapatan kita ditakar orang, kalau kita menjadi enterpreneu pendapat
orang lain yang kita takar. Jika kita salah memilih jalan maka organisasi kita
akan bermasalah, tapi jika kita benar memilih jalan maka negeri dan organisasi
kita akan maju” tegasnya
Buka RAT BTM Pemalang, Anwar Abbas ; Usaha dan Ekonomi maju Perlu mentality Enterpreneur yang kuat
Pemalang, Jawa Tengah –
Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (KLKMS) Baitut Tamwil Muhammadiyah
(BTM) Pemalang menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan ke-8 pada Sabtu (22/2)
yang bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Pemalang. RAT KLKMS BTM Pemalang ini dibuka
secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag.
Anwar Abbas mengapresiasi BTM Pemalang karena menjadi BTM terbaik se-Indonesia.
Namun, kondisi ekonomi umat manusia saat ini belum berada pada posisi yang
memuaskan sehingga perlu usaha lebih keras lagi. anwar menegaskan Muhammadiyah
perlu hadir di bidang ekonomi-ekonomi strategis. Hematnya pilar ekonomi
Muhammadiyah bisa tegak dan mendominasi dapat direalisasikan pada tahun 2040
atau 2050.
Prediksi tersebut tidak
berlebihan, sebab Muhammadiyah memiliki potensi ke arah itu. Potensi tersebut
di antaranya adalah jumlah warga, dan umat Islam yang menjadi pasar besar serta
belum banyak disentuh oleh produk-produk yang berasal dari internal umat Islam
itu sendiri.
“Kalau kita ingin maju dalam
bidang ekonomi dan bisnis itu tidak dapat tidak, supaya usaha kita itu maju
harus ditopang oleh mentality. Mentality yang dibutuhkan dalam usaha ekonomi
dan bisnis adalah entrepreneur mentality,” ungkapnya.
Firdaus Ma’arif Ketua
Koperasi LKMS BTM Pemalang mengatakan sinergitas yang dibangun oleh BTM kepada
seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bahkan Unsur pembantu pimpinan (UPP)
terus dilakukan dengan melibatkan semua unsur dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan
BTM. Salah satunya dengan melibatkan amal usaha Muhammadiyah (aum) dan pimpinan
cabang ‘Aisyiyah dalam acara RAT kali ini.
Ketua PDM Pemalang Sapto
Suhendro, S.Ag., M.Pd pada pengajian iftitah mengatakan ada 3 program unggulan
yang digulirkan sebagai upaya implementasi dalam menjalankan roda persyarikatan
di Kabupaten Pemalang, pertama Ideologisasi, kedua Industrialisasi, dan ketiga
Mitigasi yang erat kaitanya dengan keberlangsungan BTM dan peningkatan ekonomi
umat. Sebab menjalankan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) perlu ada spirit
ketaqwaan dan nilai-nilai kebenaran yang merujuk pada QS An-Nisa ayat 9.
“dalam QS An-Nisa ayat 9 ada
2, bertaqwalah kepada Allah dengan Kajian-kajian islam dan pengajian- pengajian
di BTM. Bertutur kata yang baik, diimplementasikan pada rapat-rapat pengurus
dan pengelola, evaluasi berkala dan Baitul arqom”katanya
Drs. H. Sakhowi, ME Ketua
Pusat BTM Jawa Tengah berpesan kepada pengelola untuk menjaga kepercayaan yang
dititipkan oleh umat kepada BTM Pemalang. Lebih dari itu, Sakhowi menegaskan
jangan sampai ada Fraud yang menguntungkan dirinya sendiri, dan merugikan orang
lain.
“jangan sampai ada fraud di
tingkat pengurus maupun pengelola. mudah-mudahan kinerja di tahun 2024 yang
baik ini bisa dilanjutkan ke tahun-tahun berikutnya.”
Jumat, 17 Januari 2025
Hadir di Tanwir ‘Aisyiyah, Menag Sampaikan Dukungan Terhadap Penguatan Pemberdayaan Perempuan
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga dan bangsa. Hal tersebut disampaikan dalam acara Seminar Tanwir I Aisyiyah dengan tema “Ketahanan Keluarga” pada Kamis (16/1). Dalam kesempatan tersebut Menag turut menyoroti peran perempuan dalam menciptakan generasi berkualitas serta mendorong kesetaraan gender di Indonesia. Menag mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan harus menjadi prioritas utama. "Tidak akan ada ketahanan keluarga tanpa pemberdayaan perempuan. Tidak ada ketahanan nasional tanpa kekuatan perempuan. Generasi yang baik hanya bisa lahir dari perempuan yang diberdayakan," tegas Nasaruddin. Menag juga menyoroti bahwa ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan menjadi akar dari berbagai masalah sosial, termasuk kekerasan seksual. Dalam sosiologi, relasi kuasa merujuk pada dominasi kekuatan satu pihak terhadap pihak lain. Relasi kuasa yang timpang, ungkap Menag, disebabkan karena legitimasi penafsiran agama dan budaya masyarakat yang patriarkhis. "Allah memberikan kekuatan kepada laki-laki dan perempuan secara seimbang, tetapi budaya patriarki mengalihkan kekuatan perempuan kepada laki-laki, sehingga terjadi ketimpangan yang memicu patologi sosial," ujarnya.
Relasi
kuasa, imbuhnya, harus digugat dan diprotes. Hal tersebut bisa dilakukan dengan
meninjau kembali penafsiran yang timpang. Menag yang juga menulis buku Argumen
Kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran ini menekankan pentingnya reinterpretasi
terhadap pemahaman agama, khususnya fikih perempuan, untuk menghapus
tafsir-tafsir yang bias gender. Relasi kuasa juga dapat menyebabkan problem
perceraian. Menag menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia. Pada tahun
2023, 40% perceraian terjadi dalam lima tahun pertama pernikahan, dengan 80%
kasus cerai gugat berasal dari kota besar. Ia mengingatkan pentingnya
menguatkan ketahanan keluarga dengan relasi yang adil. Pasalnya, problem
perceraian rentan melahirkan orang miskin baru, terutama perempuan dan anak karena
kebanyakan perempuan yang akhirnya menanggung nafkah keluarga. Maka dari
itu, Kementerian Agama telah meluncurkan berbagai program seperti perencanaan
perkawinan, keluarga sehat, peningkatan ekonomi keluarga, dan generasi
berkualitas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, dan
BKKBN. Nasaruddin juga menyerukan penyesuaian regulasi agar kebijakan yang ada
tidak merugikan Perempuan tetapi mendukung pemberdayaan perempuan.Dalam
kesempatan tersebut, Nasaruddin mengajak para perempuan ‘Aisyiyah untuk menjadi
pelopor perubahan, tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga aksi nyata di
masyarakat. Di akhir paparan, Nasaruddin mengajak ‘Aisyiyah untuk menjalin
kerja sama formal dengan Kementerian Agama dalam mendukung pemberdayaan
perempuan di Indonesia. Ia berharap inisiatif ini dapat menciptakan perubahan
signifikan dalam tiga tahun mendatang, khususnya dalam menyeimbangkan relasi
kuasa dan mendorong regulasi yang berpihak pada perempuan.
Larang Impor Beras Hingga Jagung, Zulhas Ajak 'Aisyiyah Wujudkan Kedaulatan dan Swasembada Pangan
JAKARTA - Dalam Sidang Tanwir I 'Aisyiyah, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan menyampaikan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan, memberi makan orang miskin, memberi makan bergizi anak sekolah adalah hak dasar. Oleh karena itu Zulkifli dan kementeriannya akan memberikan dukungan yang terbaik untuk mewujudkannya.
Akan tetapi pekerjaan ini disebutnya bukan hal yang mudah. Zulhas menyebut bahwa dahulu 65% tenaga kerja adalah dari pertanian, hampir separuh sektor pertanian jadi andalan selain sektor perikanan.
"Akan tetapi saat ini terjadi perubahan penting yang sangat mendasar, para petani dulu punya kebun dan sawah karena hasilnya lumayan. Tetapi hari ini 80% petani sudah berubah jadi buruh tani karena dia tidak punya lahan, tidak punya kebun," ucapnya dalam Seminar Tanwir I ‘Aisyiyah pada Kamis (16/1) di Hotel Tavia Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengajak para penggerak 'Aisyiyah untuk turut aktif dalam isu pangan dan mewujudkan cita-cita tersebut. Hingga kini, lanjut Zulhas para petani termasuk kelompok masyarakat miskin perlu diberikan bantuan hingga tergantung dengan bantuan. Kondisi ini disebutnya membuat Indonesia semakin jauh dari cita-cita Indonesia merdeka.
Terkait cita-cita Indonesia merdeka, Zulhas juga menyampaikan keprihatinannya bahwa bahan pangan seperti tahu, tempe yang menjadi makanan masyarakat Indonesia berbahan kedelai saat ini dikuasai oleh satu orang. "Di mana yang namanya kedaulatan? Kalau kita makan saja tergantung pada satu orang. Itu baru soal makan, belum yang terkait ekonomi, teknologi, dan lain-lain, inilah yang akan kita upayakan," ujarnya.
Oleh karena itu sebagai Menko, Zulhas menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengoptimalisasikan dan membangun program yang mampu mengatasi masalah swasembada pangan. Ia pun menyebutkan salah satunya terkait pupuk. Zulhas menyampaikan jalur distribusi pupuk yang dulu terlalu berbelit sehingga menyulitkan petani untuk mendapatkan kini telah dipangkas agar lebih cepat diakses petani.
Selain itu Zulhas juga menyampaikan bahwa pihaknya di tahun ini sudah melarang impor beras, melarang impor jagung, melarang impor gula, dan melarang impor garam sebagai komoditas pangan yang penting. Ia berharap kebijakan tersebut dapat mewujudkan cita-cita Indonesia untuk melakukan swasembada pangan karena Indonesia sangat potensial untuk melakukan itu.
Berkaitan dengan program makan bergizi gratis, Zulhas melihat pentingnya meningkatkan kemampuan penyediaan bahan pangan, mulai beras, sayur, hingga protein hewani untuk kepentingan program Makan Bergizi Gratis. Ia pun mengajak ‘Aisyiyah untuk terlibat secara aktif dalam mengusahakan swasembada pangan.
Rabu, 15 Januari 2025
'Aisyiyah Bergerak Wujudkan Masyarakat Berkeadilan
Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah menegaskan bahwa ‘Aisyiyah dari sejak berdiri hingga sekarang tetap berkomitmen untuk terus menebar manfaat bagi seluruh masyarakat , umat, bangsa dan negara di seluruh aspek kehidupan. “Kini ‘Aisyiyah terus melakukan penguatan dan memperluas dakwah gerakan di semua tingkatan dan lapisan sehingga menjadikan Aisyiyah semakin kuat, unggul dan berkemajuan. Kekuatan 'Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muslim berkemajuan harus kita gerakkan secara lebih optimal sehingga dapat berkontribusi dalam memecahkan berbagai permasalahan kemanusian semesta maupun kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk diantaranya usaha mewujudkan keadilan bagi semua,”jelas Salmah saat menyampaikan Pidato Iftitah Pembukaan Tanwir I ‘Aisyiyah pada Rabu (15/1) di Jakarta. Salmah menuturkan bahwa keluarga merupakan satuan terkecil masyarakat yang berfungsi sebagai tonggak kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Institusi keluarga merupakan madrasah untuk melahirkan dan menumbuhkan manusia yang berkualitas utama yaitu manusia yang bertakwa dan berkemajuan. “Ketahanan Keluarga adalah kondisi dinamik keluarga dalam mengelola sumber daya fisik maupun non fisik dan mengelola masalah yang dihadapi, untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan tangguh sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu ketahanan keluarga menjadi isu penting bagi ‘Aisyiyah dalam mendukung keberhasilan cita-cita Indonesia untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045,”tegas Salmah.
Salmah menegaskan bahwa pola pengasuhan
keluarga dengan mendasarkan pada nilai-nilai utama seperti keadilan, kejujuran,
kerja keras, menghargai perbedaan, cinta damai, mencintai lingkungan,mencintai
tanah air dan berjiwa entrepreneur merupakan salah satu kunci dalam menguatkan
ketahanan keluarga menuju ketahanan nasional. Berdasar hasil Survei Pengalaman
Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) pada tahun 2024 menunjukkan 1 dari 4 perempuan
usia 15 – 64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual
dari pasangan dan/atau selain pasangan selama hidupnya.Salmah menjelaskan
masyarakat yang berkeadilan adalah langkah selanjutnya setelah penguatan nilai
di dalam keluarga. Salah satunya adalah mewujudkan masyarakat yang adil dalam
perekonomian dan pangan. ‘Aisyiyah percaya bahwa perempuan juga memiliki peran
penting dalam hal penguatan ekonomi dan juga membangun kedaulatan pangan. Hal
ini dikarenakan perannya cukup besar dalam mengelola lahan pertanian, merawat
tanaman sampai kepada tanggung jawab ketersediaan pangan keluarga. “Oleh
karena itu menjadikan perempuan sebagai agen-agen potensial dalam membangun
kedaulatan pangan sangat penting dengan dukungan penuh dari pemerintah termasuk
budaya menanam pangan lokal, gerakan menanam di rumah, gerakan membeli produk
pangan lokal adalah langkah-langkah strategis yang penting untuk dilaksanakan
secara serius. Menjaga kedaulatan pangan berarti membuka akses ekonomi bagi
perempuan dan kelompok marginal untuk meningkatkan dan menguatkan ekonominya
sebagai pemenuhan hak dasar mereka,”papar Salmah. Salmah juga mengatakan bahwa
keadilan dalam kehidupan bernegara juga harus terus ditegakkan seiring dengan
penegakan keadilan dalam keluarga dan masyarakat. Terlebih, Indonesia
menetapkan dirinya sebagai negara hukum dimana UUD 1945 menjadi dasar bagi
seluruh aturan yang ada. “Sayangnya masih banyak persoalan terkait hukum yang
terjadi khususnya dalam upaya penegakan hukum dan memperoleh keadilan.
Langkanya keadilan dan penegakan hukum yang benar sesungguhnya merupakan sebuah
ancaman bagi masa depan bangsa itu sendiri. Dalam bidang hukum, ‘Aisyiyah
melakukan kerja-kerja pendampingan melalui POSBAKUM untuk memastikan masyarakat
miskin dan marginal mendapatkan haknya dalam perlindungan hukum dan
keadilan,”tutur Salmah. Guna mewujudkan keadilan, bagi Salmah juga harus
dikuatkan dalam peran-peran dalam berbangsa. Tidak hanya berperan dalam merebut
kemerdekaan, tetapi ‘Aisyiyah juga menunjukkan komitmennya untuk mengisi
kemerdekaan ini dengan penguatan kebangsaan dari berbagai bidang.
Mulai dari bidang pendidikan, ‘Aisyiyah
sebagai pemula pendidikan anak usia dini di Indonesia terus menguatkan
langkahnya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan juga pendidikan
yang inklusif bagi seluruh anak bangsa, mulai dari PAUD hingga ke Perguruan
Tinggi. Dalam bidang kesehatan, bersama Muhammadiyah, ‘Aisyiyah juga mendirikan
layanan kesehatan di berbagai lokasi yang bahkan belum terjangkau oleh
pemerintah. ‘Aisyiyah percaya bahwa meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
yang berkeadilan adalah mudahnya akses layanan kesehatan untuk semua masyarakat
tanpa terkecuali dengan standar pelayanan yang berkualitas. “Dalam bidang
Tabligh, ‘Aisyiyah mensyiarkan nilai-nilai keadilan dan keagamaan dengan dakwah
yang santun dan ramah. Bahwa agama hadir membawa keadilan, kedamaian dan
membawa maslahat bagi seluruh alam,”imbuh Salmah. Melalui momen Tanwir ini,
Salmah mengajak kader-kader ‘Aisyiyah dalam mempertegas dan memperkuat komitmen
serta kontribusi ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban bangsa dilaksanakan melaui
berbagai bidang kehidupan baik bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan,
pelayanan sosial, ekonomi, hukum, dakwah pemberdayaan masyarakat yang
digerakkan melalui penguatan masyarakat di tingkat komunitas maupun melalui
Amal Usaha ‘Aisyiyah di berbagai bidang yang tersebar di seluruh pelosok
Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Berkeadilan.
Selasa, 14 Januari 2025
Komitmen ‘Aisyiyah Menghadirkan Pendidikan Inklusif
Tanwir I ‘Aisyiyah Respon Program Makan Bergizi Hingga Pendidikan Karakter
Jakarta-Tanwir I ‘Aisyiyah
akan digelar pada 15-17 Januari 2025 di di Hotel Tavia Heritage. Beberapa isu
strategis dibahas dalam forum tersebut. Salah satu yang dinilai penting dan
nantinya akan menjadi agenda pembahasan dalam Tanwir adalah kedaulatan pangan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah dalam Konferensi Pers
Jelang Tanwir I ‘Aisyiyah pada Selasa (14/1) bertempat di Kantor PP
Muhammadiyah Jakarta mengatakan, Visi Indonesia Emas 2045 yang tertuang dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yaitu Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan
Berkelanjutan akan dicapai antara lain melalui kedaulatan pangan. Perempuan,
imbuh Salmah, memiliki peran penting dalam menggerakkan ketahanan dan
kedaulatan pangan. Ia menyambut baik rencana pemerintah untuk menghentikan
impor pangan dan menguatkan sektor pertanian dalam negeri untuk memenuhi
kebutuhan pangan. Program Makan Bergizi Sehat yang saat ini menjadi
program pemerintah, Salmah berharap, dapat dipenuhi dari sumber bahan pangan
dalam negeri dengan memperhatikan asupan gizi. Ia pun mengingatkan agar
pemerintah juga menaruh perhatian pada perempuan petani yang banyak
berkontribusi pada sektor pertanian namun belum banyak mendapatkan pengakuan
identitas sehingga tidak mudah mengakses program pertanian maupun program
peningkatan kapasitas.
Selain itu, dalam pembukaan
Tanwir l 'Aisyiyah juga akan dilakukan penandatanganan MOU oleh Pimpinan Pusat
'Aisyiyah dengan Kapolri terkait Perlindungan Perempuan dan Anak. Salmah
menyampaikan, kerjasama dengan Kepolisian RI sebagai salah satu aparat penegak
hukum sangatlah penting agar upaya perlindungan dan penanganan kekerasan
terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan secara sinergis dengan
mengedepankan perspektif korban.
Sementara Tri Hastuti Nur
Rochimah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menambahkan bahwa Tanwir kali
ini juga membahas perihal isu perempuan dan anak dalam perspektif Islam.
“‘Aisyiyah sebagai gerakan
perempuan muslim berkemajuan, harus merespons beragam persoalan yang muncul
dengan perspektif yang moderat atau wasathiyah,” jelas Tri.
Ia menyebut, seperti problem
sunat perempuan yang tidak dianjurkan dalam perspektif Muhammadiyah, masalah
perkawinan anak yang lebih banyak kemudaratannya, hingga perceraian yang harus
dilakukan di dalam persidangan untuk mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan.
Positioning ‘Aisyiyah yang
mengedepankan paham keagamaan moderat tersebut menjadi penting, imbuhnya,
sebagai acuan dalam merespons problem sosial dengan berkeadilan di tengah
masifnya paham keagamaan yang justru mendiskriminasi perempuan.
“Dalam konteks inilah, paham
Islam wasathiyah perlu terus diinternalisasikan dan disosialisasikan termasuk
melalui media,” tutup Tri.
Jumat, 03 Januari 2025
REFLEKSI AKHIR TAHUN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH 2024
Tahun baru merupakan satu mata
rantai dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024 kita telah melewati
banyak proses dinamika di dalam kehidupan kebangsaan. Sebagai bangsa yang
besar dengan keberagaman budaya, agama, dan aspirasi, Indonesia telah
melalui tantangan politik yang sarat dengan kompetisi, polarisasi, dan harapan
akan perubahan menuju arah yang lebih baik. Pemilu 2024, yang baru
saja selesai dilaksanakan, mencerminkan vitalitas demokrasi Indonesia.
Dalam menghadapi dinamika yang terjadi, Muhammadiyah terus berkomitmen
untuk menjaga keseimbangan dalam menyikapi dinamika politik bangsa.
Muhammadiyah menegaskan bahwa politik sejatinya bukan hanya soal
kekuasaan, tetapi harus menjadi sarana untuk menegakkan nilai-nilai
kebangsaan yang luhur. Politik harus menjadi alat untuk mempersatukan,
bukan memecah belah, untuk memajukan, bukan memundurkan, dan untuk
menyejahterakan seluruh rakyat, bukan hanya segelintir golongan. Muhammadiyah
mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang diperoleh bangsa Indonesia di
berbagai bidang, termasuk dalam kemajuan fisik dan sumberdaya
manusia, meskipun semuanya masih perlu terus dikembangkan dalam satu
kesatuan antara kemajuan ragawi dan ruhani. Bersamaan dengan itu Indonesia
masih menghadapi banyak tantangan dan masalah yang mesti dihadapi dan
dicarikan solusi secara sistemik. Karenannya dalam ikhtiar memajukan
bangsa dan mewujudkan cita-cita nasional penting dipastikan sejumlah
permasalahan dan agenda dapat diselesaikan sebagai prasayarat menuju
Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur. Di antara masalah dan agenda
nasional tersebut adalah sebagai berikut:
1.Agama dan Moral
Tanwir Muhammadiyah di Kupang
menyampaikan rekomendasi dalam kehidupan beragama yang menekankan
pentingnya peran agama sebagai landasan penguatan karakter moral.
Khususnya dalam menghadapi fenomena negatif seperti bunuh diri, gangguan
kesehatan mental, pinjaman online, judi online, dan pornografi.
Pemerintah diharapkan untuk menjadikan agama sebagai basis penguatan nilai
dalam keluarga, komunitas, dan pendidikan guna membentuk masyarakat yang
lebih baik dan sejahtera. Selain itu, pentingnya moderasi beragama
ditekankan untuk meningkatkan harmoni sosial dan budaya dalam mewujudkan
kemakmuran spiritual. Pemerintah agar menjamin terciptanya keadaban di
ruang publik, baik di dunia maya maupun nyata, dengan menekankan tanggung
jawab pejabat publik, tokoh agama, dan influencers untuk menjadi contoh
dalam kehidupan bermasyarakat yang multikultural. Respons terhadap
masalah sosial seperti perkawinan anak, kekerasan terhadap perempuan dan
anak, serta perceraian juga menjadi prioritas, dengan mendorong pemerintah
untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui nilai-nilai agama yang
berkemajuan. Selamatkan generasi bangsa dari segala penyakit moral dan
sosial yang menghancurkan masa depan Indonesia. Organisasi dan para tokoh agama
menjadi teladan dalam kehidupan publik dan tidak menjadikan agama sebagai
lahan komoditi, politisasi, dan entertainment yang menghilangkan substansi
dan fungsi luhur agama sebagai kanopi suci. Agama harus difungsikan secara
aktual sebagai faktor motivatif, kreatif, sublimatif, liberatif, dan integratif dalam
diri para pemeluknya di tengah kehidupan yang dijalaninya. Karenanya agama
dan cara menyiarkan agama sangat tidak memadai manakala dikomodifikasikan
menjadi serbaentertainment, yang mendangkalkan pesan-pesan keagamaan substantif
dan diganti dengan pesan-pesan hiburan yang artifisial di ruang
publik.
2. Korupsi dan Penegakkan Hukum
Mendukung komitmen tinggi
Presiden Prabowo untuk pemberantasan korupsi yang tuntas dan berani.
Penting disertai political will seluruh pihak di jajaran pemerintahan:
yaitu seluruh institusi Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, bersama seluruh
bagiannya di dalamnya termasuk, Kejaksaan, TNI dan Polri, serta
lembaga-lembaga auxiliary, hingga ke Pemda seluruh Indonesia. Demikian
juga partai politik dan para politisi, hakim, jaksa, dan pihak KPK
sendiri. KPK agar kembali pada khittahnya untuk menjadi lembaga independen
yang melakukan pemberantasan korupsi secara benar, adil, dan tanpa
terpengaruh oleh pihak manapun. KPK mesti menegakkan fungsi pemberantasan
korupsi tanpa tebang pilih dan terperangkap politisasi. Partai politik dan
para elite parpol yang tersebar di berbagai lini pemerintahan mesti
menjadi contoh baik atau teladan dalam menegakkan good governance dan pola
hidup tanpa korupsi, baik langsung maupun tidak langsung, karena dalam
sistem politik pasca reformasi betapa penting dan menentukan peran partai
politik di negeri ini. Lembaga legislatif dan yudikatif penting memelopori
praktik good governance dan clean goverment sehingga dapat menjadi penyangga
yang kokoh dalam mendukung eksekutif yang bebas dari korupsi. Usaha
penegakkan hukum mesti menjadi langkah politik yang kuat dari seluruh
institusi penegakkan hukum seperti Mahkamah Agung, Komisi Yudisial,
Kejaksaan, Kepolisian, dan institusi pemerintahan secara keseluruhan.
Tegakkan hukum dengan benar, adil, dan objektif tanpa pandang bulu dan
tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak manapun. Hindari penyalahgunaan,
politisasi, dan berbagai transaksi komoditisasi hukum dalam bentuk apapun
agar Indonesia benar-benar menjadi Negara Hukum. Seluruh warga
negara dituntut taat hukum dan tidak melakukan transaksi hukum yang salah
dan koruptif apabila berurusan dalam perkara-perkara hukum sehingga tidak
mengakibatkan terjadinya korupsi, suap menyuap, dan penyalahgunaan hukum.
3.Konsolidasi Demokrasi Pasca
Pemilu 2024
Mendukung segala usaha
konsolidasi demokrasi dengan lebih memperkuat kualitas demokrasi yang
substantif untuk mengimbangi proses demokrasi prosedural saat
ini. Demokrasi yang sehat mesti didukung kuat oleh seluruh institusi
pemerintahan negara seperti eksekutif, legislatif, yudikatif,
lembaga-lembaga auxiliary, TNI, Polri, dan lain-lain hingga ke
pemerintahan daerah dalam satu kesatuan sistem. Keberhasilan Indonesia
dalam mewujudkan kualitas demokrasi yang substantif diukur jika mampu
menghilangkan pengekangan terhadap kebebasan berbicara dan berserikat yang
dijamin konstitusi, praktik politik uang, politik transaksional,
penyalahgunaan hukum untuk meraih jabatan dalam kekuasaan, kriminalisasi
politik, serta segala bentuk praktik politik yang merusak prinsip dan
etika demokrasi. Seluruh komponen bangsa penting mendukung
terwujudnya demokrasi yang substantif serta menjadi pilar checks and
balances, serta melakukan pendidikan politik demokrasi kepada warga
bangsa. Segenap warga negara diharapkan makin memiliki kesadaran politik
yang cerdas dan kritis, serta memiliki kebudayaan politik partisipan;
sebaliknya bukan kebudayaan politik parokial yang pasif, subordinat, dan
nirkesadasan politik berbasis pengetahuan. Demokrasi Indonesia yang
liberal saat ini saatnya dibingkai menjadi demokrasi nilai yang berbasis
pada Sila Keempat Pancasila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.
4. Pilkada 2024
Pilkada selesai dan para kepala
daerah terpilih siap menjalankan tugasnya. Otonomi Daerah yang sebesarnya
memberi kewenangan bagi kepala daerah semestinya dijalankan dengan
komitmen nilai dan moral yang tinggi untuk berdiri tegak di atas konstitusi UUD
1945 dan Perundang-undangan yang berlaku tanpa menyalahgunakannya. Pasca
terpilih, para kepala daerah dituntut komitmen dan sikap politik baru
dalam memimpin daerahnya. Kesatu, memimpin daerahnya dengan moralitas dan
pertanggungjawaban tinggi secara amanah sejalan konstitusi. Kedua, tidak
berniat korupsi dan gratifikasi dalam bentuk apapun baik tersembunyi
apalagi terbuka. Ketiga, tidak melakukan politik balas jasa
lebih-lebih kepada para bohir politik yang telah mendanai proses dirinya
menjadi kepala daerah. Keempat, tidak mempertukarkan dan memberikan
konsesi-konsesi lahan yang berada dalam kewenangan kepala daerah kepada
siapapun yang menyebabkan lahan dan sumber daya alam tergadaikan dan tidak
dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
5.Kebijakan Publik Pro-Rakyat
Pemerintah baru hasil Pemilu 2024
baik Presiden dan Wakil Presiden maupun Anggota Legislatif DPR-Ri dan
DPD-RI baru memperoleh kepercayaan sekaligus tuntutan dan harapan baru
untuk menjalankan Pemerintahan Negara sebagaimana mandat konstitusi, yakni
“melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Karenanya setiap kebijakan yang
diambil sesuai otoritasnya, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama,
mesti berpihak sebesar-besarnya bagi kepentingan dan hajat hidup rakyat.
Hindari kebijakan-kebijakan yang menimbulkan reaksi publik dalam bentuk keberatan
dan penolakan. Jika bermasalah di hadapan rakyat atau publik secara umum
maka alangkah bijaksana jika melakukan koreksi dan bila perlu mencabut
kebijakan tersebut tanpa perlu merasa kalah dan menang atau malu
demi kepentingan bangsa sebagai wujud sikap kenegarawanan.
Senin, 23 Desember 2024
PEMBANGUNAN GEDUNG MUKTAMAR 49 WUJUD NYATA KOMITMEN MUHAMMADIYAH DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BER-TUHAN MAHA ESA DAN BERTAUHID
"Kita harus
terus mengkapitalisasi pergerakan kita, baik lewat amal usaha, maupun kegiatan
dakwah di masyarakat secara langsung agar menjadi kekuatan yang membawa pada
gerakan pencerahan," kata Haedar pada Sabtu (21/12).
Menurut Haedar,
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan sosial kemasyarakatan harus hidup
berdampingan dengan masyarakat. "Muhammadiyah adalah bagian integral
dengan masyarakat dari bangsa, dan terbuka untuk membangun kerja sama dengan
siapapun."
Haedar
menekankan bahwa kemajuan yang diinginkan Muhammadiyah bukanlah kemajuan
material semata, melainkan kemajuan masyarakat yang peradabannya maju dan tetap
beragama. "Mencerahkan dalam konteks membebaskan juga dimaknai sebagai
usaha memacu masyarakat untuk beranjak dari ketertinggalan, kemiskinan,
stunting, dan belenggu situasi yang melemahkan masyarakat tersebut."
"Muhammadiyah
itu di mana-mana tidak hanya memberi ikan, tapi memberi kail untuk mencari
ikan," tambah Haedar.
Dalam konteks ini, Muhammadiyah berperan penting dalam memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Muktamar ke-49 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun bangsa Indonesia.
Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan memiliki ciri proses membebaskan masyarakat. Bebas dalam hal ini dimaknai sebagai usaha menciptakan masyarakat yang ber-Tuhan Maha Esa, dan bagi muslim menjadi masyarakat bertauhid.
“Di tengah perubahan sekarang, Muhammadiyah-’Aisyiyah harus menjadi suluh peradaban yang mencerahkan dan bermula dari kecerahan keberislaman dan keberagamaan,” katanya.
Source : https://muhammadiyah.or.id/

.jpeg)



.jpeg)
